Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun naik ke atas level 4,2%, mendekati level tertingginya selama 15-tahun terakhir sekitar 4,3% pada akhir Oktober 2022 karena data terbaru menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja masih sangat ketat menunjukkan aktivitas perekrutan yang kuat disertai dengan kenaikan upah. Selanjutnya, investor menantikan data inflasi AS untuk Oktober 2022 yang akan dirilis pekan ini sebagai petunjuk lebih lanjut terkait kenaikan suku bunga ke depan.

*   Pergerakan indeks dolar terkonsolidasi di sekitar level 110 seiring investor yang mencari sinyal baru untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut. Saat ini, investor memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 bp pada Desember 2022.

*   Total kredit konsumen AS tercatat sebesar USD25,0 miliar pada September 2022, turun dari USD30,2 miliar pada Agustus 2022. Secara tahunan, kredit konsumen AS tumbuh sebesar 6,4% YoY pada September 2022, utamanya ditopang oleh kartu kredit, pinjaman kendaraan, dan pinjaman pelajar.

*   Harga gas global naik 10% ke atas level USD7/mmbtu, didukung oleh kombinasi permintaan domestik yang lebih tinggi dan penurunan produksi gas serta prospek peningkatan ekspor gas AS ke Eropa menjelang musim dingin. Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), prakiraan cuaca menunjukkan potensi suhu yang sangat dingin sekitar pertengahan November hingga awal Desember yang dapat mendorong peningkatan permintaan gas global ke depan.

*   Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,72% YoY pada 3Q22 dan secara kumulatif untuk 9M22 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,40% YoY. Perekonomian Indonesia mulai pulih dan tumbuh lebih kuat tercermin pada penyerapan 4,25 juta tenaga kerja dengan tingkat pengangguran tercatat sebesar 5,86% pada Agustus 2022.

*   IHSG ditutup menguat 0,74% atau 52bps ke level 7.050,13. IHSG melemah karena profit taking yang dimulai sejak pagi, sementara sebagian besar indeks regional mencatatkan kenaikan. Transaksi pasar tetap moderat dengan penurunan dipimpin oleh nama-nama besar, BBRI turun 1,5%, BBCA melemah 1,1%, TLKM turun 1,4%, BMRI turun 1% dan GOTO menutup hari 1,5% lebih rendah. Sementara itu, nama-nama batubara juga melemah seiring dengan turunnya harga batu bara, ADRO turun 1,8%, PTBA turun 1%, dan ITMG mencatat kerugian 1,4%.

*   Rupiah ditutup menguat 0,06% atau 10bps ke level Rp15.698/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.708/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP