Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun naik ke sekitar level 3,86%, memantul dari level terendahnya selama satu bulan terakhir pada level 3,80% pada pekan lalu setelah pejabat Fed yaitu Christopher Waller memperingatkan investor agar tidak terlalu optimis atas satu laporan inflasi saja, dan bank sentral masih akan menaikan suku bunganya ke depan. Sementara itu, investor terus memantau hasil dari mid-term election, dengan Demokrat menduduki mayoritas kursi di Senat dan Partai Republik kemungkinan mengambil kendali di DPR.

*   Ekspektasi inflasi AS untuk tahun depan meningkat menjadi 5,9% YoY pada Oktober 2022 dari 5,4% pada September 2022. Sementara itu, ekspektasi inflasi AS tiga tahun ke depan naik menjadi 3,1% YoY pada Oktober 2022 dari 2,9% YoY pada September 2022 dan ekspektasi inflasi AS lima tahun ke depan meningkat menjadi 2,4% YoY pada Oktober 2022 dari 2,2% YoY pada September 2022.

*   Harga minyak Brent turun lebih dari 3% ke bawah level USD93/barel, seiring dolar yang lebih kuat dan ketidakpastian tentang pembukaan kembali aktivitas ekonomi China membuat investor khawatir. Komisi Kesehatan Nasional China baru-baru ini melonggarkan beberapa pembatasan Covid-19, tetapi kasus Covid-19 yang meningkat baru-baru ini selama akhir pekan membatalkan rencana pembukaan kembali aktivitas ekonomi China yang lebih luas.

*   Produksi industri di Kawasan Eropa naik 0,9% MoM pada September 2022, melanjutkan pertumbuhan 2,0% MoM pada Agustus 2022 dan di atas ekspektasi konsensus sebesar 0,3% MoM. Secara tahunan, output industri bertumbuh 4,9% YoY pada September 2022, merupakan pertumbuhan tertingginya sejak Agustus 2021 dan di atas perkiraan konsensus sebesar 2,8% YoY.

*   CEO Tesla Elon Musk mengikuti agenda B20 Summit di Bali secara virtual pada 14 November 2022. Presiden Joko Widodo meyakini Elon Musk sangat tertarik untuk membangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia, saat ini proses negosiasi masih berjalan. Pemerintah bertekad menciptakan kawasan industri dengan energi bersih di Sulawesi Tengah untuk meningkatkan arus Foreign Direct Investment (FDI) ke depan.

*   IHSG ditutup menguat 0,23% atau 16bps ke level 7.035,50.

*   Rupiah ditutup melemah 0,13% atau 20bps ke level Rp15.538/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.518/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP