Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun turun ke sekitar level 3,69% setelah Wakil Ketua Fed Lael Brainard mengisyaratkan bahwa bank sentral akan segera melonggarkan level pengetatan moneternya, seiring Fed yang telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan inflasi yang tercermin pada inflasi konsumen dan inflasi produsen AS berada di bawah ekspektasi konsensus pada Oktober 2022.

*   Penjualan ritel di AS naik 1,3% MoM pada Oktober 2022, merupakan kenaikan tertingginya selama delapan bulan terakhir, setelah  penjualan ritel pada bulan September 2022 yang cenderung flat dan di atas perkiraan konsensus sebesar 1,0% MoM. Data penjualan ritel AS pada Oktober 2022 menunjukkan ketahanan belanja konsumen di tengah tren inflasi yang tinggi dan suku bunga yang naik.

*   Tingkat inflasi tahunan di Inggris naik sebesar 11,1% YoY pada Oktober 2022 dari 10,1% YoY pada September 2022, lebih tinggi dari perkiraan konsensus sebesar 10,7% YoY. Ini merupakan tingkat inflasi tertinggi sejak Oktober 1981, dengan penyebab kenaikan inflasi utamanya berasal dari harga gas dan tarif listrik.

*   Menurut Presiden AS Joe Biden, rudal pertahanan udara Ukraina yang menyebabkan ledakan di Polandia timur maka Ukraina harus bertanggung jawab atas insiden tersebut. Di sisi lain, Rusia juga menegaskan bahwa insiden ledakan di Polandia disebabkan oleh rudal pertahanan udara Ukraina.

*   Kemarin, Indonesia mencatatkan sebanyak 8.486 kasus baru harian Covid-19 sehingga jumlah total kasus Covid-19 yang dikonfirmasi menjadi 6,6 juta kasus. Menurut World Health Organization (WHO), persepsi bahwa pandemi Covid-19 telah berakhir adalah salah kaprah karena adanya kemungkinan varian baru yang bahkan lebih berbahaya bisa muncul kapan saja.

*   RDG Bank Indonesia hari ini kembali menaikkan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 50 bps menjadi 5.25%. Selain itu, deposit facility dan lending facility meningkat 50 bps menjadi 4.5% dan 6%. Gubernur BI menyatakan bahwa peningkatan suku bunga acuan ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan dana terus menguatnya US Dollar. Selain itu, BI ingin memastikan inflasi inti pada Q1-2023 di kisaran 3% plus minus 1 persen.

*   IHSG ditutup menguat 0,44% atau 31bps ke level 7.044,99.

*   Rupiah ditutup melemah 0,38% atau 60bps ke level Rp15.663/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.503/USD.   



Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP