Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Baru-baru
ini, pejabat Fed menyatakan bahwa tren kenaikan suku bunga masih akan terus
berlanjut ke depan. Presiden Fed St Louis Bullard menyatakan bahwa Fed perlu
menaikkan suku bunga sedikit lebih tinggi lagi dan kemudian mempertahankannya
pada level tersebut sepanjang tahun depan hingga awal 2024 untuk menurunkan
inflasi kembali ke target Fed sebesar 2%. Selain itu, Wakil Ketua Fed Brainard
menyatakan bahwa gangguan pasokan yang berkepanjangan membuat risiko inflasi
tetap tinggi ke depan.
Rakyat
China telah dibuat frustrasi oleh kebijakan lockdown dan tes Covid-19 yang
ekstensif selama tiga tahun terakhir. Setidaknya di sepuluh kota besar rakyat
China memprotes kebijakan zero Covid-19 yang berkepanjangan dan menyerukan
pengunduran diri Presiden Xi Jinping. Kemarin, China melaporkan rekor harian
baru infeksi Covid-19 sebesar 40.347 kasus.
Baru-baru
ini, kurva yield obligasi Jerman diperdagangkan dengan posisi terbalik sebagai
sinyal yang mengkhawatirkan bagi ekonomi kawasan Eropa yang berpotensi
mengalami resesi ke depan. Pembalikan kurva yield obligasi Jerman jarang
terjadi dan dipandang oleh banyak ekonom sebagai tanda-tanda awal resesi
kawasan Eropa.
Indeks
Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq melemah masing-masing sebesar 1,45%, 1,54%,
dan 1,58%, karena beberapa faktor negatif yang membayangi pasar akhir-akhir
ini, yaitu: (1) Meningkatnya prospek resesi global tahun depan terutama di AS
dan Eropa, (2) Pejabat Fed menyatakan bahwa masih akan ada kenaikan suku bunga
lebih lanjut ke depan, (3) Demonstrasi yang meluas terhadap kebijakan lockdown
yang berkepanjangan di beberapa kota besar di China.
Menurut
Kementerian Keuangan, Indonesia mencatatkan defisit APBN sekitar Rp169,5
triliun atau 0,91% dari total PDB per 10M22. Belanja Pemerintah dilaporkan
meningkat sebesar 14,2% YoY menjadi Rp2.351,1 triliun sementara pendapatan
Pemerintah tumbuh sebesar 44,5% YoY menjadi Rp2.181,6 triliun pada 10M22.
IHSG
ditutup melemah 0,08% atau 6bps ke level 7.012,07.
Rupiah
ditutup melemah 0,13% atau 20bps ke level Rp15.743/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.723/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP