Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Baru-baru ini, Jerome Powell menyatakan bahwa Fed akan memperlambat laju kenaikan suku bunganya ke depan. Powell berpikir bahwa laju kenaikan suku bunga yang moderat telah cukup untuk menurunkan inflasi yang tinggi saat ini. Momentum untuk laju kenaikan suku bunga yang lebih moderat akan tiba dalam waktu dekat yaitu pada pertemuan bulan Desember.

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun turun ke sekitar level 3,60% dari posisi penutupan kemarin di level 3,75%, sementara indeks saham utama AS juga menguat signifikan dengan Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq masing-masing naik 2,18%, 3,09 %, dan 4,41% setelah Jerome Powell mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga dengan besaran lebih kecil kemungkinan besar akan terjadi pada pertemuan bulan Desember.

*   Jumlah lowongan pekerjaan di AS turun sebesar 353.000 menjadi 10,3 juta pada Oktober 2022, sejalan dengan ekspektasi konsensus dan menunjukkan bahwa permintaan akan pekerja yang mulai melambat di tengah prospek ekonomi yang lebih lemah dan tren suku bunga yang lebih tinggi ke depan. Sebagian besar lowongan pekerjaan menurun di Pemerintahan negara serta sektor manufaktur.

*   Bisnis swasta di AS membuka 127 ribu pekerjaan pada November 2022, merupakan jumlah terkecil sejak Januari 2021, dan jauh di bawah perkiraan konsensus sebesar 200 ribu. Perlambatan tersebut dipimpin oleh sektor-sektor yang sensitif terhadap kenaikan suku bunga seperti sektor manufaktur dan sektor konstruksi.

*   Baru-baru ini, BI memproyeksikan bahwa perekonomian nasional akan tumbuh pada kisaran 4,5%-5,3% YoY pada tahun 2023 dan selanjutnya meningkat menjadi 4,7%-5,5% YoY pada tahun 2024. Sementara itu, tingkat inflasi diperkirakan akan turun menjadi sekitar 2,5% YoY dan akan kembali normal menjadi sekitar 3,0% YoY pada tahun 2024. Selanjutnya, pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan akan berada pada kisaran 10%-12% YoY pada tahun 2023 dan 2024.

*   IHSG ditutup melemah 0,85% atau 61bps ke level 7.020,80. IHSG melemah seiring aksi ambil untung yang terjadi setelah ditutup menguat kemarin, sebagian besar saham berkapitalisasi besar melemah seperti BBCA (-3,2%), BBRI (-0,8%), BMRI (-1,2%), BBNI (-2%), TLKM (- 2%), UNVR (-1,9%), GOTO (-7%). Tekanan jual di GOTO berlanjut karena periode penguncian pemegang saham utama berakhir. Sementara itu, nama terkait batubara dan minyak melonjak untuk menyangga pasar dari penurunan tajam hari ini. ADRO +0,8%, PTBA +0,3%, ITMG +0,6%, AKRA +4% dan MEDC +5,6%

*   Rupiah ditutup menguat 1,07% atau 169bps ke level Rp15.563/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.732/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP