Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun melemah terbatas ke sekitar level 3,52% di tengah
meningkatnya prospek resesi ekonomi AS tahun depan seiring data perumahan dan
industri AS telah menunjukkan tanda-tanda resesi. Selain itu, selisih antara
inverted yield US Treasury antara tenor 2 tahun dan 10 tahun melebar hingga
lebih dari 80 bp, yang merupakan inverted yield dengan selisih terbesar sejak
1981.
Menurut
CEO JPMorgan Chase & Co Jamie Dimon, ekonomi AS akan mengalami perlambatan
pertumbuhan ekonomi, meredanya tekanan inflasi, dan memuncaknya siklus suku
bunga pada tahun 2023 karena konsumen di AS yang memiliki total USD1,5 triliun
kelebihan tabungan dari program stimulus Pemerintah selama pandemi mungkin akan
habis dibelanjakan hingga pertengahan 2023.
Menurut
pejabat European Central Bank (ECB), Bank Sentral diperkirakan akan menaikkan
suku bunganya pekan depan sebesar 75 bp, dan akan terus menaikkan suku bunganya
beberapa kali ke depan untuk menurunkan tekanan inflasi. Prospek inflasi Eropa
terus memburuk, dengan inflasi yang terlalu tinggi dan berkali-kali di atas angka
yang diproyeksikan konsensus.
Harga
minyak Brent turun sekitar 4% ke level di bawah USD80/barel, merupakan level
terendahnya sejak Desember 2021 di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap
lemahnya permintaan minyak global ke depan seiring penurunan aktivitas
manufaktur global sebagai dampak dari kebijakan pengetatan moneter oleh bank
sentral global.
Harga
sembako seperti sayur mayur dan kebutuhan pokok lainnya telah naik signifikan
menjelang perayaan Natal dan liburan tahun baru. Sebagai contoh harga cabai
yang kini dijual sebesar Rp50.000/kg dibandingkan sebelumnya sebesar
Rp35.000/kg. Lebih lanjut, harga sembako diperkirakan akan terus meningkat ke
depan setidaknya hingga awal tahun 2023 sebagai dampak dari kenaikan Upah
Minimum Regional (UMR).
IHSG
ditutup melemah 1,07% atau 74bps ke level 6.818,75. IHSG melanjutkan
penurunannya seiring berlanjutnya tekanan jual di tengah sentimen risk-off.
IHSG diperdagangkan lebih rendah sejalan dengan sebagian besar indeks global
dengan sebagian besar saham berkapitalisasi besar terus turun. TLKM membukukan
rebound, naik 2%, sementara GOTO terus menghadapi tekanan jual yang berat
setelah periode lock up berakhir. Saham jatuh 7% lebih lanjut untuk mencapai
batasnya pada hari ini.
Rupiah
ditutup melemah 0,13% atau 20bps ke level Rp15.638/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.618/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP