Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun turun ke sekitar level 3,45% seiring investor yang
kembali mengkoleksi surat utang pemerintah AS di tengah prospek bahwa Fed akan
segera memperlambat laju kenaikan suku bunganya dan kekhawatiran perlambatan
ekonomi global ke depan. Investor saat ini sedang menantikan data ekonomi AS
lebih lanjut pekan ini termasuk data klaim pengangguran, PPI dan sentimen
konsumen Michigan. Selanjutnya, data tingkat inflasi AS dan keputusan kebijakan
moneter Fed pada pekan depan.
Menurut
Fitch Rating, perkiraan PDB global untuk tahun 2023 direvisi turun lagi karena
bank sentral global yang secara intensif fokus melawan inflasi dan prospek
pasar properti China yang memburuk. Fitch kini memperkirakan PDB global tumbuh
sebesar 1,4% YoY pada 2023, direvisi turun dari 1,7% YoY pada September 2022.
Bank
of Canada menaikkan suku bunganya sebesar 50 bp menjadi 4,25% pada pertemuan
terakhir tahun 2022, sejalan dengan ekspektasi konsensus, dan menjadikan suku
bunganya ke level tertingginya sejak 2008. Bank of Canada juga menyatakan akan
mempertimbangkan apakah suku bunga perlu dinaikkan lebih lanjut, sebagai sinyal
bahwa kebijakan pengetatan moneter telah mendekati akhir siklus.
Harga
minyak global melanjutkan penurunannya ke sekitar level USD77/barel, sebagai
sinyal bahwa inflasi global akan terus menurun ke depan. Angka ekspor-impor
China yang lesu telah memperburuk kekhawatiran tentang prospek permintaan
minyak global. Lebih lanjut, data pemerintah AS menunjukkan stok persediaan
minyak mentah yang berlimpah, yang mengindikasikan bahwa permintaan minyak
masih lemah.
BI
memperkirakan bahwa Fed Funds Rate (FFR) akan mencapai puncaknya pada level
5,0% pada 1Q23. Namun, jika terjadi peningkatan risiko global, maka suku bunga
The Fed kemungkinan akan naik hingga ke level 6,0%, namun terdapat kemungkinan
pemangkasan suku bunga pada akhir tahun 2023 ke level 4,75%.
IHSG
ditutup melemah 0,21% atau 14bps ke level 6.804,23. IHSG sempat melemah pada
perdagangan sesi pertama, namun tren berbalik menjelang penutupan sesi pertama
dan berlanjut hingga penutupan sesi kedua. Saham GOTO tetap mengalami penurunan
hingga limit bawah 7%, namun beberapa saham berkapitalisasi besar berbalik arah
menjadi positif pada perdagangan hari ini (seperti BBRI +1,7% dan TLKM +1,6%).
Saham nikel (MDKA, INCO, ANTM) juga mengalami penguatan disusul kenaikan harga
futures nikel tadi malam.
Rupiah
ditutup menguat 0,11% atau 17bps ke level Rp15.621/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.638/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP