Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun naik ke sekitar level 3,58% seiring meningkatnya kekhawatiran investor terkait berlanjutnya rencana kebijakan suku bunga Fed karena data ekonomi AS yang variatif memberi sinyal kepada banyak investor bahwa suku bunga Fed mungkin akan berlanjut ke level yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih panjang.

*   Indeks dolar turun di bawah level 105 seiring meningkatnya kekhawatiran investor atas prospek pertumbuhan ekonomi ke depan. Data ekonomi utama yang akan dirilis besok termasuk PPI dan sentimen konsumen Michigan juga akan menjadi sorotan. Pada saat yang sama, data inflasi AS yang akan dirilis pekan depan akan memberikan gambaran yang lebih jelas terkait tekanan inflasi dan dapat mengubah ekspektasi terminal Fed Fund Rate (FFR) yang saat ini berada di sekitar 5,0%.

*   Jumlah klaim pengangguran naik lebih tinggi sebesar 4 ribu menjadi 230 ribu dalam pekan yang berakhir 3 Desember 2022, sejalan dengan ekspektasi konsensus. Sementara itu, jumlah kumulatif klaim pengangguran AS naik 62 ribu menjadi 1,7 juta, jauh di atas perkiraan konsensus sebesar 1,6 juta. Hal tersebut merupakan angka tertinggi klaim pengangguran sejak Februari 2022, memperkuat hipotesis bahwa pasar tenaga kerja AS telah melemah secara bertahap.

*   Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS telah mengesahkan RUU belanja Pemerintah yang menyiapkan anggaran sebesar USD10 miliar untuk mendanai penyediaan senjata ke Taiwan karena negara tersebut mendapat tekanan yang meningkat dari China. Ketegangan geopolitik melonjak pada Agustus setelah China melakukan latihan militer dalam skala besar dan menerbangkan rudal ke Taiwan untuk pertama kalinya.

*   Menurut PEFINDO, total nilai penerbitan instrumen surat utang korporasi pada 2023 akan lebih rendah dari nilai penerbitan tahun ini sebesar Rp157 triliun. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perusahaan yang cenderung menunda investasi menjelang pemilu 2024 dan lingkungan suku bunga yang lebih tinggi sebagai akibat dari sikap pengetatan moneter yang berkelanjutan dari Bank Sentral.

*   IHSG ditutup melemah 1,31% atau 89bps ke level 6.715,12.

*   Rupiah ditutup menguat 0,24% atau 38bps ke level Rp15.583/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.621/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.



Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP