Financial Market Update
POI - Point of Interest:
The
Fed menaikkan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 50bp ke 4,25%-4,5%, sejalan dengan
ekspektasi konsensus. The Fed memproyeksikan FFR akan mencapai level 5,1% tahun
depan dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,6%, selanjutnya akan diturunkan ke
level 4,1% pada 2024 dan 3,1% pada 2025, merupakan level yang lebih tinggi dari
yang diindikasikan oleh Fed sebelumnya.
Rangkuman
proyeksi ekonomi dari Fed menunjukkan revisi yang cukup signifikan pada
pertumbuhan PDB AS dan ekspektasi pengangguran yang lebih tinggi di beberapa tahun
mendatang, seiring Fed yang meningkatkan proyeksi untuk Fed Funds Rate (FFR)
yang akan mencapai dan bertahan di level 5,1% pada tahun 2023 dari perkiraan
sebelumnya sebesar 4,6% dan tidak akan ada pemangkasan suku bunga hingga tahun
2024.
Menurut
proyeksi Fed, pertumbuhan ekonomi AS direvisi lebih tinggi untuk tahun ini ke
0,5% YoY vs. 0,2% YoY sebelumnya, namun untuk tahun 2023 pertumbuhan ekonomi AS
direvisi lebih rendah ke 0,5% YoY vs. 1,2 % YoY sebelumnya dan untuk 2024
direvisi lebih rendah ke 1,6% YoY vs. 1,7% YoY sebelumnya. Prakiraan inflasi
direvisi lebih tinggi untuk tahun 2022 ke 5,6% YoY vs. 5,4% sebelumnya,
sedangkan untuk tahun 2023 inflasi juga diproyeksikan lebih tinggi ke 3,1% YoY
vs. 2,8% YoY serta untuk tahun 2024 inflasi direvisi lebih tinggi ke 2,5% YoY
vs. 2,3% YoY sebelumnya.
Yield
UST berfluktuasi sepanjang konferensi pers Ketua Fed Jerome Powell, yield UST
tenor 10-tahun melanjutkan tren penurunannya ke sekitar level 3,47% setelah
keputusan kenaikan FFR sejalan dengan ekspektasi konsensus. Sementara itu,
yield UST tenor 2 tahun justru naik ke sekitar level 4,25% mengakibatkan
selisih antara inverted yield UST 2 tahun dan UST 10 tahun melebar di atas
76bp, mengindikasikan bahwa Fed akan terus menaikkan suku bunganya untuk
menurunkan inflasi ke target 2,0% YoY.
Menteri
Kesehatan optimistis bahwa tidak akan ada lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia
selama libur Natal dan Tahun Baru seiring penularan Covid-19 akibat varian baru
sudah mereda dan mengklaim bahwa lonjakan kasus Covid-19 akhir-akhir ini bukan
disebabkan oleh mobilitas orang melainkan oleh munculnya varian baru dari virus
Covid-19.
IHSG
ditutup melemah 0,73% atau 49bps ke level 6.751,86.
Rupiah
ditutup melemah 0,13% atau 20bps ke level Rp15.618/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.598/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP