Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun melanjutkan pergerakan sideways-nya di sekitar level
3,70% seiring investor yang memerlukan lebih banyak waktu untuk mengkalkulasi
dampak rilisnya data revisi pertumbuhan PDB AS yang menunjukkan ketahanan
pertumbuhan ekonomi sejak Fed memulai siklus pengetatan moneternya pada bulan
Maret 2022.
Perekonomian
AS tumbuh sebesar 3,2% QoQ pada 3Q22, lebih baik dari 2,9% QoQ pada perkiraan
sebelumnya, dan pulih dari kontraksi pada dua kuartal secara berturut-turut.
Belanja konsumen naik lebih dari yang diperkirakan seiring pertumbuhan konsumsi
pada layanan kesehatan yang mampu mengimbangi penurunan konsumsi pada kendaraan
bermotor dan makanan dan minuman.
Jumlah
orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik
sebesar 2.000 menjadi 216.000 selama pekan yang berakhir pada 17 Desember 2022,
angka tersebut di bawah ekspektasi konsensus sebesar 220.000 dan menunjukkan
bahwa kondisi pasar tenaga kerja masih sangat ketat, meningkatkan ekspektasi
investor bahwa Fed akan lebih hawkish ke depan seiring dengan data PDB AS yang
direvisi menjadi lebih baik.
Bank
Indonesia mempertahankan ekspektasi pertumbuhan ekonominya untuk Indonesia di
sekitar 4,5%-5,3% YoY pada 2023F, lebih lanjut BI melihat pertumbuhan ekonomi
berpotensi naik ke sekitar 4,7%-5,5% YoY pada 2024F. Sementara itu, BI melihat
pertumbuhan ekonomi global berada di 2,6% YoY pada 2023F.
Bank
Indonesia menyatakan bahwa inflasi 2022F akan lebih rendah dari ekspektasi
awal, namun masih lebih tinggi dari kisaran target BI sebesar 2%-4% YoY.
Sementara itu, tingkat inflasi Indonesia diperkirakan akan turun menjadi 3,0%
YoY pada 2023F dan 2,5% YoY pada 2024F.
IHSG
ditutup melemah 0,35% atau 24bps ke level 6.800,67. IHSG diperdagangkan fluktuatif
sepanjang hari sebelum menutup hari lebih rendah. Pelaku pasar masih
berhati-hati karena kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter global kembali
mencuat, terlihat transaksi pasar reguler hanya sekitar Rp6,3 triliun. Sebagian
besar nama-nama kapitalisasi besar melemah dan memberikan tekanan terhadap
pasar. BBRI -1,6%, BBNI -1%, BBCA -0,9%, GOTO -3,4%, MDKA -1%, ADRO -3%.
Rupiah
ditutup melemah 0,06% atau 10bps ke level Rp15.593/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.583/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP