Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun turun ke level 3,82% setelah rilis data pekerjaan yang lebih rendah dari perkiraan, sedikit meredakan kekhawatiran investor bahwa Fed perlu untuk menaikkan suku bunganya secara agresif untuk menjinakkan pasar tenaga kerja yang ketat.

*   Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik 9rb menjadi 225rb orang selama pekan yang berakhir pada 24 Desember 2022, sejalan dengan ekspektasi konsensus sebesar 225rb orang. Jumlah klaim pengangguran berada di sekitar level pra-pandemi selama beberapa bulan terakhir, hanya berada sedikit di atas rata-rata tahun 2019 sebesar 218 ribu orang.

*   Harga gas global diperdagangkan di bawah USD4,5/mmbtu pada akhir tahun 2022, merupakan level terendahnya selama lebih dari sembilan bulan terakhir seiring meredanya kekhawatiran investor terkait gangguan pasokan seperti kemungkinan jaringan pipa gas yang membeku karena suhu dingin yang ekstrem dapat dicegah.

*   Pembukaan kembali aktivitas ekonomi China membuat investor tetap waspada. Di satu sisi, pembukaan kembali aktivitas ekonomi China dipandang sebagai pendorong percepatan pertumbuhan ekonomi global ke depan, namun kekhawatiran merebaknya virus Covid-19 varian baru telah meningkatkan kekhawatiran investor akan inflasi serta pengetatan moneter yang berkepanjangan secara global.

*   AS, Jepang, dan Italia telah memberlakukan pembatasan yang lebih ketat terhadap wisatawan dari China, dan memperingatkan bahwa lonjakan kasus baru Covid-19 tersebut dapat meningkatkan potensi munculnya varian baru. Sejauh ini, Indonesia belum berencana memperketat pembatasan bagi wisatawan dari China.

*   IHSG ditutup melemah 0,14% atau 10bps ke level 6.850,62.

*   Rupiah ditutup menguat 0,57% atau 90bps ke level Rp15.568/USD*, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.658/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.



Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP