Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun turun ke sekitar level 3,76% seiring investor yang
kembali masuk ke pasar surat utang pemerintah AS di tengah prospek bahwa Fed
akan secara bertahap mengurangi kebijakan moneter agresifnya karena ekonomi AS
yang berpotensi dapat tergelincir ke dalam resesi tahun ini. Investor sekarang
mewaspadai resesi ekonomi global yang akan segera terjadi dan periode
pertumbuhan ekonomi yang lamban yang berpotensi berkepanjangan.
Indeks
dolar AS menguat terhadap mata uang global, bergerak menuju level 105 menjelang
risalah dari pertemuan Fed untuk bulan Desember 2022, yang dapat memberikan
petunjuk terkait langkah kebijakan suku bunganya ke depan.
Inflasi
di Jerman turun ke 8,6% YoY Desember 2022 lebih rendah dari 10,0% YoY pada
November 2022 dan di bawah perkiraan konsensus sebesar 9,1% YoY seiring
inisiatif pemerintah untuk menurunkan tagihan harga gas rumah tangga mulai
memberikan efek positif. Meskipun inflasi Jerman masih jauh di atas target ECB
sebesar 2% YoY, namun tekanan inflasi yang lebih rendah di Jerman merupakan
sinyal yang baik dari awal tren penurunan inflasi di kawasan Eropa ke depan.
Harga
gas global diperdagangkan di sekitar level USD4,0/mmbtu, turun sekitar 60% dari
level puncaknya di bulan Maret 2022 sekitar USD10/mmbtu, di tengah prospek
permintaan alat pemanas yang lebih rendah seiring perkiraan cuaca yang jauh
lebih hangat dari suhu biasanya di musim dingin hingga pertengahan Januari
2023, khususnya di Eropa.
Defisit
APBN tahun 2022 hanya mencapai 2,85% dari PDB, lebih rendah dari target revisi
APBN sebesar 4,50%. Defisit APBN 2022 tercatat sebesar Rp464,3 triliun, turun
40,1% YoY dibandingkan defisit APBN pada tahun 2021 sebesar Rp775,1 triliun.
IHSG
ditutup melemah 1,10% atau 76bps ke level 6.813,24.
Rupiah
ditutup menguat 0,06% atau 10bps ke level Rp15.588/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.598/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP