Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Tingkat
inflasi tahunan di Eropa turun ke level 9,2% YoY pada Desember 2022, merupakan
level terendahnya selama empat bulan terakhir, dan di bawah perkiraan konsensus
sebesar 9,7% YoY dan lebih rendah dari 10,1% YoY pada November 2022. Secara
bulanan, inflasi turun 0,3% MoM, merupakan penurunan bulanan untuk kedua
kalinya secara berturut-turut, sebagai sinyal awal bahwa inflasi di Eropa mungkin
telah mencapai puncaknya.
Rata-rata
upah per jam untuk pekerja di AS naik sebesar 9 sen, atau 0,3% MoM menjadi
USD32,8 pada Desember 2022, setelah tumbuh sebesar 0,4% MoM pada November 2022
dan di bawah perkiraan konsensus sebesar 0,4% MoM. Ini merupakan pertumbuhan
upah terkecil selama empat bulan terakhir.
PMI
jasa di AS turun ke level 49,6 pada Desember 2022, jauh di bawah perkiraan
konsensus sebesar 55,0 dan lebih rendah dari level 56,5 pada November 2022.
Data tersebut menunjukkan kontraksi pertama di sektor jasa sejak Mei 2020.
Baru-baru
ini, pemerintah Indonesia telah menghimpun dana sebesar USD3 miliar dalam penerbitan
obligasi USD dengan total orderbook sebesar USD14,4 miliar atau over-subscribed
sebesar 4,8x, merupakan over-subscribed yang tertinggi selama 5 tahun terakhir.
Pemerintah Indonesia menerbitkan obligasi tersebut dalam tenor 5-tahun,
10-tahun dan 30-tahun yang mengumpulkan dana masing-masing sebesar USD1 miliar
dengan yield 4,8%, USD1,25 miliar dengan yield 5,1% dan USD750 juta dengan
yield 5,75%.
Di AS,
akan dirilis laporan tingkat inflasi, pidato Ketua Fed Powell, dan sentimen
konsumen survey dari Universitas Michigan. Juga, data inflasi akan dirilis
untuk China dan India. Terakhir, investor akan menantikan data ekspor-impor
untuk China, Australia, Kawasan Eropa, dan Inggris.
IHSG
ditutup menguat 0,06% atau 4bps ke level 6.688,27.
Rupiah
ditutup menguat 0,42% atau 65bps ke level Rp15.568/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.633/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP