Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun melanjutkan tren penurunannya ke sekitar level 3,53%
seiring prospek kebijakan pengetatan moneter yang tidak terlalu agresif oleh
Fed ke depan meningkatkan minat investor global untuk mengkoleksi surat utang
pemerintah. Saat ini, investor sedang menantikan laporan inflasi AS yang akan
dirilis akhir pekan ini.
Dijadwalkan
pertemuan Fed akan berlangsung pada 31 Januari-1 Februari 2023, sementara
investor ekspektasikan bahwa laju kenaikan suku bunga Fed akan diperlambat
lebih lanjut. Pelaku pasar ekspektasikan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga
sebesar 25bp pada pertemuan Februari 2023, yang merupakan perlambatan dari
kenaikan sebesar 50bp pada pertemuan Desember 2022 dan kenaikan sebesar 75bp
pada masing-masing dari empat pertemuan sebelumnya.
Ekspektasi
inflasi AS untuk 2023 turun menjadi 5,0% YoY pada Desember 2022, yang merupakan
level terendahnya sejak Juli 2021 dan lebih rendah daripada 5,2% YoY pada
November 2022. Sementara itu, ekspektasi inflasi AS jangka menengah tetap
berada di sekitar 3,0% YoY, sedangkan untuk 5 tahun ke depan ekspektasi inflasi
AS turun menjadi 2,4% YoY.
Tingkat
pengangguran di Eropa mencapai level 6,5% pada November 2022 mencatatkan
all-time-low level dan turun dari level 7,1% pada November 2021. Jumlah
pengangguran turun sebesar 2 ribu dari bulan sebelumnya menjadi total sebesar
10,8 juta pengangguran.
Indeks
Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia naik ke level 119,9 pada Desember 2022 dari
119,1 pada November 2022, di tengah membaiknya ekspektasi konsumen terhadap
pendapatan mereka ke depan, seiring dengan meredanya dampak negatif dari
kenaikan harga BBM bersubsidi.
IHSG
ditutup melemah 0,98% atau 66bps ke level 6.622,50. IHSG melemah sejak
pembukaan dan tetap tertekan hingga akhir hari dengan saham paling membebani
adalah nama-nama bank besar seperti BBRI -3.5%, BBCA -3.25%, BBNI -3.1%, BMRI
-4.6%. Sementara itu, nama-nama energi membukukan rebound, ADRO +3,6%, ITMG
+3,7%, BUMI +2,9%, PTBA +2,4%. Terlihat transaksi pasar lebih tinggi dari kemarin,
tercatat Rp12,7 triliun karena adanya transaksi crossing pada saham CMRY
(+0,24%) sebesar Rp2 triliun.
Rupiah
ditutup melemah terbatas 0,03% atau 5bps ke level Rp15.573/USD, dibandingkan dengan penutupan
sebelumnya di level Rp15.568/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP