Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun bergerak turun ke sekitar level 3,54% di tengah meningkatnya ekspektasi investor bahwa laporan inflasi AS yang akan dirilis besok akan menunjukkan tren perlambatan dan sebagai sinyal penurunan besaran kenaikan suku bunga Fed. Kemarin, Ketua Fed Powell abstain mengomentari prospek kebijakan moneter, kontras dengan beberapa pesan hawkish dari rekan-rekannya awal pekan ini.

*   Tingkat inflasi tahunan di AS kemungkinan akan melambat selama enam bulan berturut-turut ke level 6,5% YoY pada Desember 2022, merupakan level terendahnya sejak Oktober 2021, dan lebih rendah dari level 7,1% YoY pada November 2022. Inflasi AS tampaknya telah memuncak pada level 9,1% YoY pada Juni 2022 tetapi masih lebih dari 3x lipat dari target Fed sebesar 2,0% YoY. Harga energi yang lebih rendah berkontribusi paling besar terhadap perlambatan inflasi, seiring harga bahan bakar yang menurun akhir-akhir ini.

*   Harga batu bara global turun 15% dari puncaknya di bulan September 2022 sebesar USD450/ton ke sekitar level USD380/ton seiring China yang kembali membuka kran impor batu bara dari Australia. Pada saat yang sama, cuaca yang lebih hangat pada musim dingin kali ini, khususnya di AS dan Eropa, meredakan kekhawatiran terkait kekurangan bahan bakar, khususnya batu bara dan gas.

*   Pengajuan KPR di AS meningkat 1,2% pada pekan pertama Januari 2023, setelah penurunan sebesar 10,3% pada pekan terakhir tahun 2022 yang merupakan penurunan terbesar selama tiga bulan terakhir. Sementara itu, suku bunga KPR turun tipis ke level 6,42% dari level 6,58% sebelumnya, seiring melemahnya prospek pertumbuhan ekonomi dan upah yang melambat ke depan.

*   Ekspor Indonesia tahun 2022 tumbuh 29,4% YoY menjadi total senilai USD268 miliar atau sekitar Rp4.144 triliun yang mayoritas disumbang oleh ekspor komoditas baja, batubara, dan CPO. Sebagai bahan bakar dari energi fosil, besaran ekspor batu bara dapat mengimbangi impor daripada minyak mentah dan mencatatkan net ekspor sebesar USD6,8 miliar. Pemerintah memproyeksikan pada tahun 2023 pertumbuhan ekspor akan positif meskipun melambat dibandingkan tahun 2022, Indonesia memproyeksikan nilai ekspor tumbuh sebesar 12,8% YoY di 2023.

*   IHSG ditutup menguat 0,69% atau 45bps ke level 6.629,93.

*   Rupiah ditutup menguat 0,94% atau 145bps ke level Rp15.338/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.483/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP