Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Indeks dolar melanjutkan tren pelemahannya terhadap mata uang global, menguji level 102,1 untuk pertama kalinya sejak Juni 2022, seiring prospek pengetatan moneter yang kurang agresif dari Fed di tengah meningkatnya ekspektasi investor bahwa tekanan inflasi telah memuncak, membuat investor menghindari dari aset safe haven untuk beralih ke instrument investasi yang lebih berisiko.

*   Indeks sentimen konsumen Universitas Michigan untuk AS naik ke level 64,6 pada Januari 2023 dari level 59,7 pada Desember 2022, yang merupakan level tertingginya sejak April 2022 dan di atas perkiraan konsensus pada level 60,5.

*   Ekspor China merosot 9,9% YoY menjadi USD306,08 miliar pada Desember 2022, sejalan dengan perkiraan konsensus yang memperkirakan penurunan sebesar 10% YoY dan melanjutkan penurunan 8,9% YoY pada November 2022. Ini merupakan penurunan aktivitas ekspor paling parah sejak Januari 2020, di tengah permintaan global yang menurun akibat inflasi yang masih tinggi dan kenaikan suku bunga.

*   Menteri Investasi mengklaim bahwa realisasi investasi pada tahun 2022 melampaui target sebesar Rp1.200 triliun, lebih tinggi dari Rp900 triliun pada tahun 2021. Untuk tahun 2023, pemerintah menargetkan nilai investasi sekitar Rp1.400 triliun.

*   Di AS, data ekonomi penting yang akan dirilis adalah penjualan ritel, inflasi harga produsen, dan beberapa indikator perumahan. Juga, data inflasi terbaru akan dirilis untuk Inggris, Jepang, Kanada, dan pertemuan kebijakan moneter akan diadakan di Jepang, Malaysia, dan Indonesia. Terakhir, investor akan menantikan data pertumbuhan PDB 4Q22, data produksi industri, dan data penjualan ritel untuk China.

*   IHSG ditutup menguat 0,70% atau 46bps ke level 6.688,06. IHSG melonjak lebih tinggi setelah jeda tengah hari dan ditutup 0,7% lebih kuat dari kemarin, melanjutkan penguatannya untuk hari ke-3 setelah Presiden Jokowi memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia 2022 sebesar 5,2%-5,3%. Transaksi pasar tipis dengan bank besar (BMRI IJ) +1,4% & (BBNI IJ) +1,2% memimpin kenaikan. Sementara itu, surplus perdagangan Indonesia di bulan Desember 2022 lebih rendah dari yang diharapkan pada USD3,89 miliar dengan ekspor +6,58% YoY sementara impor -6,61% YoY.

*   Rupiah ditutup menguat 0,69% atau 105bps ke level Rp15.045/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.150/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP