Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun melanjutkan tren penurunannya ke sekitar level 3,37%
seiring Producer Price Index (PPI) AS yang lebih rendah dari perkiraan,
memperkuat ekspektasi investor bahwa Fed akan lebih lanjut memperlambat laju
kenaikan suku bunganya.
Producer
Price Index (PPI) di AS turun 0,5% MoM pada Desember 2022, dibandingkan dengan
ekspektasi pasar penurunan sebesar 0,1% MoM. Secara tahunan, PPI tumbuh sebesar
6,2% YoY pada Desember 2022, merupakan level terendahnya sejak Maret 2021 dan
lebih rendah dari perkiraan konsensus sebesar 6,8% YoY.
Indeks
dolar turun ke bawah level 102 seiring prospek penurunan inflasi akan memberi
ruang Fed untuk memperlambat kebijakan pengetatan moneternya secara agresif,
yang membuat investor menjauh dari aset safe-haven. Saat ini, investor
ekspektasikan dengan probabilitas lebih dari 95% untuk kenaikan suku bunga
sebesar 25bp pada pertemuan Fed di bulan Februari 2023.
Penjualan
ritel di AS turun sebesar 1,1% MoM pada Desember 2022, menyusul penurunan
sebesar 1,0% MoM pada November 2022 dan lebih rendah dari perkiraan konsensus
penurunan sebesar 0,8% MoM. Data ini menunjukkan perlambatan belanja konsumen
di tengah tingginya inflasi dan suku bunga di AS.
Tingkat
inflasi tahunan di Inggris turun ke level 10,5% YoY pada Desember 2022 dari
level 10,7% YoY pada November 2022, sejalan dengan perkiraan konsensus. Ini
merupakan bulan kedua secara berturut-turut inflasi mengalami penurunan dan
merupakan level inflasi terendahnya selama tiga bulan terakhir, setelah puncak
inflasi sebesar 11,1% YoY pada Oktober 2022.
IHSG
ditutup menguat 0,80% atau 54bps ke level 6.819,91.
Rupiah
ditutup melemah 0,10% atau 15bps ke level Rp15.104/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.089/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP