Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun naik ke level 3,54% seiring rilis beberapa data ekonomi AS terbaru menunjukkan ketahanan, sehingga membuka ruang bagi Fed untuk melanjutkan sikap hawkishnya. Saat ini, investor ekspektasikan akhir dari kenaikan suku bunga Fed pada level 5,0% di Maret 2023 sebelum pemangkasan suku bunga pada November 2023. Di sisi lain, pejabat Fed telah mengisyaratkan rencana mereka untuk menaikkan suku bunga di atas level 5,0% pada 2023.

*   Pertumbuhan ekonomi AS tercatat sebesar 2,9% QoQ pada 4Q22, setelah tumbuh sebesar 3,2% QoQ pada 3Q22 dan di atas perkiraan konsensus sebesar 2,6% QoQ. Untuk full-year 2022 pertumbuhan PDB AS tumbuh sebesar 2,1% YoY.

*   Penjualan rumah baru di AS meningkat 2,3% MoM menjadi 616 ribu pada Desember 2022, merupakan volume tertingginya selama empat bulan terakhir, sejalan dengan perkiraan konsensus sebesar 617rb. Untuk full-year 2022, diperkirakan 644 ribu rumah baru terjual, di bawah volume penjualan 2021 sebesar 771 ribu, dan merupakan volume penjualan terendahnya selama empat tahun terakhir, karena kenaikan suku bunga KPR.

*   Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun sebesar 6 ribu menjadi 186 ribu pada pekan yang berakhir 21 Januari 2023, merupakan level terendahnya sejak April 2022 dan jauh di bawah ekspektasi konsensus sebesar 205 ribu. Angka klaim pengangguran menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap ketat meskipun meningkatnya PHK dari perusahaan teknologi dan kebijakan pengetatan moneter Fed yang agresif.

*   Pesanan barang tahan lama di AS, sebagai indikator pesanan yang diterima oleh produsen barang yang mampu bertahan setidaknya tiga tahun, naik sebesar 5,6% MoM pada Desember 2022. Ini merupakan pertumbuhan pesanan paling signifikan sejak Juli 2020 dan jauh di atas perkiraan konsensus yaitu peningkatan sebesar 2,5% MoM.

*   IHSG ditutup menguat 0,50% atau 34bps ke level 6.898,98. IHSG tertekan aksi profit taking, tetapi masih berhasil ditutup positif. Transaksi pasar tetap moderat dengan nama bank besar lanjut memimpin kenaikan mengikuti rilis kinerja yang kuat dari BBCA (+2,7%), sementara nama penambang logam seperti BRMS -4,7% dan MDKA -1,3% anjlok dan aksi ambil untung terlihat pada saham emiten produsen rokok HMSP -0,5% dan GGRM -1,7%.

*   Rupiah ditutup melemah 0,25% atau 37bps ke level Rp14.985/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.948/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP