Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun naik ke sekitar level 3,53%, seiring data ketenagakerjaan yang kuat dan PMI servis yang lebih tinggi dari perkiraan membuka ruang bagi Fed untuk melanjutkan siklus pengetatan moneternya dengan menaikkan suku bunganya di atas level 5.0%.

*   Investor global saat ini ekpektasikan bahwa Fed akan menaikkan Fed Funds Rate (FFR) ke level 5,00%-5,25% (vs. level FFR saat ini di 4,50%-4,75%) sebelum jeda, setelah beberapa data ekonomi AS yang baru dirilis memberikan sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS tetap kuat dan kondisi ekonomi AS yang tetap tangguh.

*   Perekonomian AS secara tak terduga telah menciptakan 517 ribu pekerjaan pada Januari 2023, yang merupakan volume tertingginya sejak Juli 2022, dan di atas rata-rata penambahan pekerjaan secara bulanan sebesar 401 ribu pada tahun 2022, juga di atas perkiraan konsensus sebesar 185 ribu. Data pekerjaan bulan Januari tersebut menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang ketat, meskipun beberapa perusahaan bersiap untuk perlambatan ekonomi dengan memangkas jumlah karyawannya dan tren PHK karyawan sektor teknologi masih terus berlanjut.

*   PMI servis untuk AS secara tak terduga melonjak ke level 55,2 pada Januari 2023, rebound secara signifikan dari level 49,2 pada Desember 2022, dan di atas perkiraan konsensus pada level 50,4. Kinerja PMI servis yang terus membaik dan sebagian besar perusahaan menunjukkan bahwa bisnisnya sedang menuju ke arah yang lebih positif.

*   Di AS, investor akan menantikan survei kepercayaan konsumen oleh Michigan, dan data neraca perdagangan. Selain itu, yang menjadi fokus investor lainnya adalah data inflasi di Jerman dan China. Terakhir, Inggris dan Indonesia akan merilis angka pertumbuhan PDB 4Q22.

*   IHSG ditutup melemah 0,55% atau 38bps ke level 6.873,79.

*   Rupiah ditutup melemah 1,09% atau 162bps ke level Rp15.055/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.893/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP