Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*    Tingkat inflasi tahunan di Jerman melambat lebih dari yang diperkirakan menjadi 7,6% YoY pada Juni 2022 dari 7,9% YoY pada Mei 2022 (vs. perkiraan konsensus sebesar 8,0% YoY) karena kebijakan pemerintah yang dirilis mulai 1 Juni untuk meredam tingginya harga BBM, termasuk mulai diberlakukannya pemotongan pajak bensin dan solar.

*    Harga minyak Brent naik 0,36% ke sekitar USD112,84/barel karena dipicu oleh rilis SPR (Cadangan Minyak Strategis) sementara lonjakan stok bensin karena kilang AS beroperasi dengan kapasitas lebih dari 95%.

*    Harga emas turun tipis 0,04% di $1,816,75/oz, dan akan jatuh selama tiga bulan berturut-turut. Investor menilai prospek emas terhadap langkah Bank Sentral utama mengadopsi cara agresif untuk menurunkan lonjakan harga.

*    Perbankan syariah berhasil menghimpun DPK sebesar Rp548,26 triliun dan disalurkan dalam bentuk pembiayaan sebesar Rp440,78 triliun.

*    Menurut Gugus Tugas Penanganan Covid-19, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia naik menjadi 2.149 kasus pada hari Rabu, Provinsi dengan jumlah kasus terbanyak pada Rabu adalah DKI Jakarta (1.134 kasus), Jawa Barat (416 kasus), Banten (294 kasus), Jawa Timur (113 kasus) dan Bali (56 kasus). Angka tersebut jauh lebih rendah dari kasus Covid-19 Singapura yang dilaporkan sebanyak 11.504 kasus baru, yang merupakan jumlah infeksi harian tertingginya di lebih dari 3 bulan terakhir.

*    Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati di depan anggota DPR, menyampaikan pendapatan negara tahun 2021 mencapai Rp2.011,3 triliun. Dimana jumlah tersebut telah melampaui target dalam APBN 2021, yaitu 115,35% atau mengalami pertumbuhan sebesar 22,6% dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2020.

*    DJPPR akan melakukan lelang SUN dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2022. Dalam hal ini, ada tujuh seri SUN yang akan dilelang, antara lain SPN03221005, SPN12230330, FR0090, FR0091, FR0093, FR0092, dan FR0089, dengan target indikatif Rp15 triliun dan target maksimal Rp22,5 triliun.

*    IHSG ditutup melemah 31bp atau -0,44% pada level 6.911,58. Pelemahan IHSG ini didorong oleh kekhawatiran kenaikan inflasi pada bulan Juni 2022. Pelemahan IHSG dipicu oleh sebagian besar indeks sektoral. Di mana, indeks dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Barang Baku yang turun 1,71% hingga akhir perdagangan.

*    Nilai tukar Rupiah melemah -0,32% atau naik 48poin ke level Rp 14.898/USD, dibandingkan penutupan kemarin di level Rp14.850/USD, seiring pernyataan hawkish pejabat Fed.


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP