Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Pada Januari 2023, inflasi AS naik lebih dari yang diperkirakan sebesar 6,4% yoy, sedikit melambat dari 6,5% yoy pada Desember 2022 tetapi di atas perkiraan konsensus sebesar 6,2% yoy, dipimpin oleh kenaikan harga energi dan tempat tinggal, mengindikasikan bahwa Fed mungkin harus lebih agresif dalam menaikkan suku bunga untuk menurunkan inflasi ke depan.

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun naik ke level 3,75%, seiring investor yang menyesuaikan portofolio mereka untuk terminal rate yang lebih tinggi setelah data inflasi AS rilis di atas perkiraan konsensus. Pada saat yang sama, Presiden Fed Dallas Lorie Logan memperingatkan bahwa suku bunga mungkin perlu lebih tinggi dari yang diharapkan pelaku pasar.

*   Pelaku pasar saat ini ekspektasikan tambahan dua kenaikan suku bunga masing-masing sebesar 25 bp pada pertemuan FOMC bulan Maret dan Mei 2023, yang akan menghasilkan terminal rate Fed Funds Rate (FFR) sebesar 5,00%-5,25%.

*   Indeks dolar diperdagangkan di sekitar level 103,5, bergerak mendekati level tertingginya sejak awal Januari 2023, dengan inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan mengindikasikan bahwa mengendalikan inflasi akan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan dan memupuskan harapan bahwa Fed akan segera mengakhiri kebijakan pengetatan moneternya.

*   Singapura mencatatkan pertumbuhan PDB sebesar 3,6% yoy untuk tahun 2022, sedikit di bawah perkiraan konsensus sebesar 3,8% yoy, namun jauh di bawah dari pertumbuhan PDB sebesar 8,9% yoy pada tahun 2021. Untuk tahun 2023, Singapura mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB pada 0,5% yoy- 2,5 % yoy.

*   IHSG ditutup melemah 0,39% atau 27bps ke level 6.914,54.

*   Rupiah ditutup melemah 0,29% atau 44bps ke level Rp15.204/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.160/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP