Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Penjualan ritel di AS secara tak terduga melonjak sebesar 3,0% MoM pada Januari 2023, merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak Maret 2021 dan di atas perkiraan konsensus sebesar 1,8% MoM, setelah penurunan 1,1% MoM pada Desember 2022. Data tersebut menunjukkan bahwa belanja konsumen tetap kuat di tengah pasar tenaga kerja yang kuat, pertumbuhan upah dan tanda-tanda meredanya tekanan inflasi.

*   Indeks Dolar menguat tajam terhadap mata uang utama global, menembus di atas level 104,0 untuk pertama kalinya sejak awal Januari 2023, seiring data ekonomi AS yang kuat memupuskan ekspektasi investor untuk berakhirnya kebijakan pengetatan moneter Fed pada tahun ini.

*   Pejabat European Central Bank (ECB) Garbiel Makhlouf menyatakan bahwa suku bunga perlu dinaikkan di atas level 3,50% (vs. level saat ini di 3,00%) untuk menurunkan inflasi dan sepertinya ECB tidak akan memangkas suku bunganya tahun ini.

*   Tingkat inflasi tahunan di Inggris turun menjadi 10,1% yoy pada Januari 2023 dari 10,5% yoy pada Desember 2022, di bawah perkiraan konsensus sebesar 10,3% yoy. Inflasi turun selama tiga bulan secara berturut-turut ke level terendahnya sejak September 2022. Secara bulanan, inflasi Inggris turun sebesar 0,6% MoM, merupakan penurunan bulanan terbesarnya sejak Januari 2019.

*   Menurut Fitch, penjualan mobil listrik Indonesia akan meroket lebih dari dua kali lipat hingga 5% porsi dari total penjualan mobil pada tahun 2023 (vs. 2% porsi pada tahun 2022) didukung oleh insentif pemerintah yang kuat, under-penetrated market, dan meredanya risiko kelangkaan chip semikonduktor.

*   Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 15-16 Februari 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI7DRR sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Keputusan ini tetap konsisten dengan stance kebijakan moneter pre-emptive dan forward looking untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan. Bank Indonesia meyakini bahwa BI7DRR sebesar 5,75% memadai untuk memastikan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3,0±1% pada semester I 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3,0±1% pada semester II 2023.

*   IHSG ditutup melemah 0,27% atau 19bps ke level 6.895,66.

*   Rupiah ditutup menguat 0,31% atau 47bps ke level Rp15.157/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.204/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP