Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun melanjutkan tren kenaikannya ke level 3,87%, setelah Producer Price Index (PPI) yang lebih kuat dari perkiraan telah meningkatkan ekspektasi investor bahwa Fed perlu melanjutkan siklus pengetatan moneternya ke depan.

*   Producer Price Index (PPI) di AS meningkat 0,7% MoM pada Januari 2023, merupakan level tertingginya dalam 7 bulan terakhir dan lebih tinggi dari perkiraan konsensus sebesar 0,4% MoM. Sementara itu, PPI tahunan melambat menjadi 6,0% yoy, namun masih di atas perkiraan konsensus sebesar 5,4% yoy.

*   Presiden FED Cleveland Loretta Mester mengatakan dia telah melihat "kasus ekonomi yang menarik" untuk meluncurkan 50bps lagi, dan Presiden St. Louis James Bullard mengatakan dia tidak akan mengesampingkan mendukung kenaikan 50bps pada pertemuan Fed bulan Maret, daripada 25bps. Peringatan mereka muncul setelah harga produsen AS rebound di bulan Januari paling tinggi sejak bulan Juni.

*   Pembangunan perumahan baru di AS turun 4,5% MoM menjadi 1,309 juta unit pada Januari 2023, merupakan level terendahnya sejak Juni 2020 dan jauh di bawah ekspektasi konsensus sebesar 1,36 juta unit disebabkan oleh kenaikan suku bunga KPR.

*   BI menyatakan bahwa Rupiah akan menguat ke depan ditopang oleh lima faktor fundamental utama, yaitu: (1) Pertumbuhan PDB yang kuat, (2) Real yield yang menarik, (3) Yield obligasi pemerintah yang menarik, (4) Kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), (5) Risiko ketidakpastian perekonomian global yang mulai mereda.

*   IHSG ditutup stabil di level 6.895,71.

*   Rupiah ditutup melemah 0,51% atau 77bps ke level Rp15.217/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.157/USD.   

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP