Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun turun ke sekitar level 3,82% pada hari Jumat,
melemah setelah lonjakan yield pada awal sesi yang mencapai level tertingginya
dalam 3 bulan terakhir di level 3,93%, seiring meningkatnya kekhawatiran investor
atas inflasi yang bertahan di level tinggi dan prospek tingkat terminal Fed
Funds Rate (FFR) yang lebih tinggi ke depan.
Baru-baru
ini, Goldman Sachs menaikkan proyeksi tingkat terminal Fed Funds Rate (FFR),
dengan penambahan kenaikan suku bunga sebesar 25 bp pada FOMC meeting bulan
Juni 2023, dengan puncak FFR di level 5,25%-5,50%.
Baru-baru
ini, beberapa pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) menyampaikan komentar hawkish
bahwa ECB akan menaikkan suku bunganya di atas level 3,50% dan tidak adanya
pemangkasan suku bunga tahun ini. Sementara itu, pelaku pasar saat ini
ekspektasikan puncak suku bunga ECB pada level 3,75% pada akhir musim panas
tahun ini.
Harga
gas global melanjutkan penurunannya hingga di bawah USD2,3/mmbtu pada hari
Jumat, merupakan harga terendahnya sejak September 2020 dan membukukan
penurunan harga sekitar 10% secara mingguan, seiring cuaca yang lebih hangat di
Eropa mendorong pelemahan permintaan listrik untuk pemanas ruangan, sementara
itu inventori gas global berada di atas rata-rata level historisnya dalam 5
tahun terakhir.
Di
AS, fokus investor akan tertuju pada risalah Rapat FOMC dan pidato pejabat Fed.
Lebih lanjut, investor juga akan menantikan data indeks PCE. Selain itu,
perhatian investor juga akan tertuju pada data PMI manufaktur dan servis
terbaru untuk ekonomi utama global termasuk AS, Inggris, Prancis, Jerman, dan
Jepang.
IHSG
ditutup stabil di level 6.894,71.
Rupiah
ditutup menguat 0,30% atau 45bps ke level Rp15.158/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.203/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
DAPENBI IP