Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Menurut
data Bloomberg, secara tahunan, indeks inflasi PCE diproyeksikan mencapai 5,0%
yoy pada Januari 2023. Sementara itu, PCE inti diperkirakan tercatat sebesar
0,4% MoM pada Januari 2023, naik sedikit dari 0,3% MoM pada Desember 2022.
People's
Bank of China (PBoC) mempertahankan suku bunga pinjaman utamanya tidak berubah
selama 6-bulan secara berturut-turut, sejalan dengan perkiraan konsensus. Suku
bunga pinjaman 1-tahun dipertahankan pada 3,65% selama enam bulan secara
berturut-turut, sedangkan suku bunga 5-tahun (referensi untuk KPR) juga
dipertahankan pada 4,30%.
Riset
Global Bank of America ekspektasikan untuk tiga kali kenaikan suku bunga lagi
dari Fed ke depan, yang akan mendorong tingkat terminal ke kisaran 5,25%-5,50%
pada pertemuan Juni ditopang oleh tingginya inflasi AS serta data
ketenagakerjaan yang kuat.
Meningkatnya
ketegangan geopolitik global mendorong perusahaan multinasional AS dan Eropa
yang semakin berhati-hati untuk investasikan modal mereka di China. Tensi
perdagangan ini memicu investor untuk cenderung bersikap wait-and-see di pasar
obligasi global.
Surplus
neraca transaksi berjalan tetap tinggi sebesar USD4,3 miliar atau 1,30% dari
PDB di 4Q22 (vs. USD4,5 miliar atau 1,34% dari PDB di 3Q22), seiring surplus
neraca perdagangan yang berkelanjutan sebesar USD17 miliar di 4Q22 (vs .USD17,6
miliar di 3Q22). Untuk full-year 2022, surplus neraca transaksi berjalan
melonjak menjadi USD13,22 miliar dari USD3,51 miliar di tahun 2021, karena
lonjakan ekspor, di tengah kenaikan harga komoditas.
IHSG
ditutup melemah 0,31% atau 21bps ke level 6.873,41.
Rupiah
ditutup melemah 0,21% atau 32bps ke level Rp15.190/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.158/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP