Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun melanjutkan tren penurunannya ke level 3,89%, seiring investor global yang telah priced-in beberapa data ekonomi AS yang kuat yang dirilis dalam beberapa pekan terakhir yang meningkatkan ekspektasi konsensus pada terminal rate Fed Funds Rate (FFR) yang lebih tinggi ke sekitar level 5,25% -5,50%.

*   Pertumbuhan PDB AS direvisi lebih rendah menjadi 2,7% qoq di 4Q22, sedikit di bawah angka sebelumnya sebesar 2,9% qoq, terutama karena revisi turun untuk angka belanja konsumen. Untuk full-year 2022, AS mencatatkan pertumbuhan PDB sebesar 2,1% yoy.

*   Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun sebanyak 3.000 menjadi 192.000 dalam pekan yang berakhir pada 18 Februari 2023, di bawah ekspektasi konsensus sebanyak 200.000. Angka tersebut memberikan bukti lebih lanjut bahwa situasi pasar tenaga kerja AS masih ketat dan memaksa pengusaha menaikkan upah untuk mempertahankan karyawannya, yang menambah tekanan inflasi lebih lanjut.

*   Harga minyak Brent naik sekitar 2% menjadi USD82/barel di tengah kekhawatiran terkait ketatnya pasokan minyak global. Rusia telah mengumumkan rencananya untuk memangkas ekspor minyak hingga 25% mulai awal Maret, merevisi pemangkasan produksi minyak yang diumumkan sebelumnya sebesar 500.000 barel per hari.

*   Indeks dolar melanjutkan tren kenaikannya ke sekitar level 104,6, bergerak mendekati level tertingginya dalam 7 minggu terakhir seiring komitmen kuat Fed untuk terus menaikkan suku bunganya untuk menurunkan inflasi ke target Fed sebesar 2%.

*   IHSG ditutup menguat 0,25% atau 17bps ke level 6.856,58.

*   Rupiah ditutup melemah 0,23% atau 35bps ke level Rp15.225/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.190/USD.   

 

Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP