Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun konsolidasi di sekitar level 3,93%. Yield US
Treasury tenor 10-tahun telah naik lebih dari 50 bp di bulan ini dan jauh lebih
tinggi dari level pada pertengahan Januari 2023, seiring investor yang
meningkatkan ekspektasi mereka pada Fed Funds Rate (FFR) yang akan tetap lebih
tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Riset
Global Bank of America baru-baru ini menyatakan bahwa mereka ekspektasikan Fed
akan menaikkan suku bunganya ke level 6,0% tahun ini karena inflasi yang tinggi
menjadi masalah yang mengkhawatirkan.
Gubernur
Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo kembali menegaskan bahwa untuk saat ini tidak
terdapat urgensi untuk menaikkan suku bunga acuan karena tingkat inflasi yang
terkendali, meskipun tekanan terhadap Rupiah yang meningkat di tengah prediksi
kenaikan suku bunga Fed lebih lanjut ke depan.
Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) Indonesia mempertahankan estimasi pertumbuhan kredit
sebesar 10%-12% tahun ini, seiring ekonomi nasional diperkirakan akan tetap
tangguh. PDB Indonesia diperkirakan tumbuh 4,5%-5,3% yoy tahun ini, ditopang
oleh konsumsi domestik dan ekspor.
Case
Shiller Home Price Index (indeks yang melacak perubahan harga rumah di 20 kota
di AS) naik 4,6% YoY pada Desember 2022, di bawah kenaikan 6,8% YoY pada
November 2022 dan di bawah perkiraan konsensus sebesar 5,8% YoY seiring prospek
lingkungan ekonomi makro yang menantang.
IHSG
ditutup menguat terbatas 0,02% atau 2bsp ke level 6.844,94.
Rupiah
ditutup menguat 0,10% atau 15bps ke level Rp15.235/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.250/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP