Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun mencapai 4,0% untuk pertama kalinya sejak November 2022. Secara global, angka inflasi negara-negara Eropa yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap kenaikan suku bunga bank sentral global lebih lanjut, yang memudarkan optimisme perbaikan rantai pasokan ekonomi global setelah rilis data manufaktur China yang kuat.

*   Inflasi Jerman tidak banyak berubah di level 8,7% yoy pada Februari 2023, tidak jauh dari level puncaknya sebesar 8,8% yoy pada Oktober 2022 dan di atas ekspektasi konsensus pada level 8,5% yoy. Dengan tekanan inflasi yang terus berlanjut di negara-negara Eropa, konsensus saat ini memperkirakan European Central Bank (ECB) akan menaikkan suku bunganya dengan terminal rate sebesar 4,0% (vs. suku bunga saat ini sebesar 3,0%).

*   PMI Manufaktur Caixin China meningkat ke level 51,6 pada Februari 2023 dari level 49,2 pada Januari 2023, di atas perkiraan konsensus di level 50,2. Ini adalah fase ekspansi pertama dalam aktivitas pabrik China sejak Juli 2022 lalu, dan merupakan level tertinggi PMI Manufaktur China dalam 8 bulan terakhir.

*   Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari menyatakan bahwa Fed saat ini terbuka untuk kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 50 bp pada pertemuan FOMC akhir bulan ini seiring tekanan inflasi yang terus berlanjut.

*   Inflasi headline naik menjadi 5,47% yoy di Februari 2023 dari 5,28% di Januari 2023 yoy karena kenaikan inflasi makanan sebesar 7,2% yoy dibandingkan 5,8% yoy pada bulan sebelumnya. Namun demikian, inflasi inti masih dalam tren penurunannya ke 3,09% yoy pada Februari 2023 dari 3,27% yoy pada Januari 2023, sehingga Bank Indonesia memiliki alasan kuat untuk tetap dovish ke depan.

*   IHSG ditutup menguat 0,18% atau 12bsp ke level 6.857,42.

*   Rupiah ditutup melemah 0,30% atau 45bps ke level Rp15.280/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.235/USD.   



Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP