Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Indeks
dolar menguat ke level 105 setelah data ekonomi terbaru AS berlanjut
menunjukkan ketahanan ekonominya, meningkatkan ekspektasi investor bahwa Fed
Funds Rate (FFR) akan berlanjut di level yang lebih tinggi untuk waktu yang
lebih lama. Konsensus saat ini
ekspektasikan bahwa FFR kemungkinan naik ke kisaran 5,50%-5,75% pada Juli 2023.
Jumlah
orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun 2.000 dari pekan
sebelumnya menjadi 190.000 pada pekan yang berakhir 25 Februari 2023, di bawah
ekspektasi konsensus sebesar 195.000. Jumlah klaim pengangguran ini memberikan
bukti lebih lanjut bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS masih ketat.
Rata-rata
suku bunga KPR dengan fixed-rate tenor 30 tahun di AS naik ke level 7,1%
seiring suku bunga KPR yang bergerak sejalan mengikuti yield US Treasury tenor
10 tahun. Meningkatnya kekhawatiran investor bahwa tekanan inflasi tidak akan
mereda dalam waktu dekat mendorong yield obligasi ke level lebih tinggi.
Inflasi
di Eropa tercatat sedikit lebih rendah ke 8,5% yoy pada Februari 2023
dibandingkan dengan 8,6% yoy pada Januari 2023, namun masih di atas ekspektasi
konsensus sebesar 8,2% yoy. Data inflasi ini memperkuat ekspektasi investor
bahwa European Central Bank (ECB) akan tetap hawkish untuk waktu yang lebih
lama.
Setelah
tingkat inflasi inti Eropa mencapai rekor tertinggi terbarunya ke 5,6% yoy di
bulan Februari 2023, dibandingkan dengan 5,3% yoy di bulan Januari 2023.
Konsensus saat ini memperkirakan bahwa suku bunga ECB akan naik dengan terminal
rate di level 4,0% pada Mei 2023 (vs. suku bunga saat ini sebesar 3,0%) dengan
kenaikan sebesar 50 bp di bulan ini.
IHSG
ditutup melemah 0,64% atau 44bsp ke level 6.813,42.
Rupiah
ditutup melemah 0,13% atau 20bps ke level Rp15.300/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.280/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP