Financial Market Update
POI - Point of Interest:
PMI
Servis untuk AS berada di level 55,1 pada Februari 2023, naik tipis dari level
55,2 pada Januari 2023 dan di atas ekspektasi konsensus sebesar 54,5. Data ini
menunjukkan bahwa sektor servis AS masih tumbuh, meskipun Fed telah berusaha
untuk meredam pertumbuhan ekonomi dengan pengetatan kebijakan moneter yang
agresif.
Pemerintah
China menetapkan target pertumbuhan 2023 untuk ekonominya di sekitar 5% yoy
(vs. 3% yoy pada tahun 2022) dan 3% yoy untuk inflasinya (vs. 2% yoy pada tahun
2022) seiring pembatasan Covid-19 yang telah dilonggarkan.
Harga
minyak global naik sebesar 1,3% ke level USD86/bbl, sementara harga gas
melonjak 9,3% ke level USD3/mmbtu karena masih berlanjutnya kekhawatiran
terkait prospek supply-demand balance deficit untuk komoditas global.
Baru-baru
ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa ekonomi
Indonesia akan mampu bertumbuh sebesar 5,1% yoy pada tahun 2023 seiring BI yang
secara berkelanjutan mengendalikan inflasi. BI menargetkan bahwa inflasi di
1H23 dapat turun di bawah 4% yoy.
Ini
akan menjadi pekan yang sibuk di AS, dengan fokus pada laporan pekerjaan bulan
Februari, angka ekspor, dan pidato beberapa pejabat Fed. Di tempat lain, rilis
data penting yang akan akan dinantikan investor adalah data inflasi dan
perdagangan China.
IHSG
ditutup melemah 0,10% atau 7bsp ke level 6.807,00.
Rupiah
ditutup menguat 0,03% atau 5bps ke level Rp15.295/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.300/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP