Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun turun tajam sekitar 21 bp ke level 3,70%, seiring
penutupan Silicon Valley Bank memicu minat investor yang lebih besar terhadap
aset yang lebih aman seperti obligasi pemerintah. Penutupan bank tersebut
meningkatkan ekspektasi investor bahwa kemungkinan akan memaksa Fed untuk
melonggarkan kebijakan pengetatan moneternya ke depan.
Tingkat
pengangguran di AS naik tipis menjadi 3,6% pada Februari 2023, naik dari level
terendahnya selama 50 tahun sebesar 3,4% pada Januari 2023 dan di atas
ekspektasi konsensus sebesar 3,4%. Jumlah pengangguran meningkat 242 ribu
menjadi 5,9 juta dan jumlah tenaga kerja naik 177 ribu menjadi 160,3 juta.
Ekonomi
AS secara tak terduga menciptakan 311 ribu pekerjaan pada Februari 2023, jauh
di atas perkiraan konsensus sebesar 205 ribu, tetapi di bawah 504 ribu pada
Januari 2023. Data tersebut secara berlanjut menunjukkan bahwa pasar tenaga
kerja AS yang ketat, dengan penambahan rata-rata 343 ribu pekerjaan per bulan
selama 6 bulan terakhir.
Indeks
dolar melemah lebih dari 1% ke sekitar level 104 pada hari Jumat, menyusul
rilis data pekerjaan AS yang beragam dan meningkatnya risiko resesi serta
kekhawatiran investor atas potensi kejatuhan dari sektor perbankan.
Selanjutnya, investor menantikan laporan CPI AS yang akan dirilis pekan ini.
Ini
akan menjadi pekan yang sibuk di AS dengan laporan inflasi dan rilis data
penjualan ritel. Investor juga akan mencari korelasi dan dampak secara langsung
dari penutupan Silicon Valley Bank terhadap pasar keuangan AS. Di tempat lain,
ECB dan Bank Indonesia akan memutuskan arah kebijakan moneternya, sementara
China akan merilis data produksi industri dan penjualan ritel.
IHSG
ditutup menguat 0,32% atau 22bsp ke level 6.786,96.
Rupiah
ditutup menguat 0,55% atau 85bps ke level Rp15.365/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.450/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP