Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun naik 12 bp ke level 3,58% menyusul angka klaim
pengangguran AS jauh di bawah ekspektasi pada pertengahan Maret, menyalakan
kembali kekhawatiran investor terkait kondisi pasar tenaga kerja AS yang ketat.
Izin pendirian bangunan juga meningkat di atas ekspektasi, menunjukkan
ketahanan ekonomi AS dan mengindikasi bahwa tekanan inflasi kemungkinan akan
terus berlanjut ke depan.
ECB
menaikkan suku bunga sebesar 50 bp sejalan dengan perkiraan konsensus. Pejabat
ECB menyatakan bahwa kondisi sektor perbankan kawasan Eropa cukup sehat, dengan
posisi modal dan likuiditas yang kuat, dan mereka akan terus memantau dengan
cermat gejolak sektor keuangan global saat ini untuk antisipasi risiko.
Beberapa
jam setelah Bank Sentral Swiss menyatakan bahwa siap memberikan dukungan
likuiditas keuangan kepada CS, megabank tersebut menerima tawaran itu. CS
menyatakan akan meminjam hingga USD53,8 miliar dari Swiss National Bank sebagai
langkah tegas yang secara pre-emptive untuk memperkuat likuiditasnya.
BI
mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di level 5,75% dan menegaskan
kembali pesannya bahwa tingkat suku bunga saat ini masih cukup memadai untuk
mengarahkan inflasi kembali ke kisaran target 2%-4% di akhir tahun ini yang memberikan
ruang yang cukup bagi BI untuk memperpanjang kebijakan pause suku bunga ke
depan.
Surplus
perdagangan Indonesia meningkat menjadi USD5,5 miliar pada Februari 2023 dari
USD3,8 miliar pada Februari 2022, di atas ekspektasi konsensus yaitu surplus
sebesar USD3,3 miliar. Ini merupakan surplus perdagangan terbesar sejak
November 2022, seiring ekspor yang naik sementara impor turun.
IHSG
ditutup menguat 1,71% atau 112bsp ke level 6.678,24.
Rupiah
ditutup menguat 0,23% atau 35bps ke level Rp15.345/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.380/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP