Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun turun sebesar 15 bp ke level 3,43%, seiring meningkatnya optimisme investor bahwa Fed tidak akan terlalu bersikap hawkish yang tercermin pada dot plot nya pada pertemuan FOMC pekan ini. Investor juga percaya bahwa Fed akan menargetkan untuk mencapai keseimbangan antara upaya penurunan inflasi dan memperkuat stabilitas sistem perbankan.

*   Di tengah gejolak perbankan global baru-baru ini, ekspektasi investor bergeser terkait keputusan Fed Funds Rate (FFR) di FOMC pekan ini. Konsensus saat ini ekspektasikan kenaikan FFR sebesar 25 bp daripada 50 bp ke level 4,75%-5,00% dengan probabilitas 70%, sementara probabilitas 30% ekspektasikan Fed akan mempertahankan FFR-nya di level 4,50%-4,75%.

*   Survei sentimen konsumen Universitas Michigan untuk AS turun untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir ke level 63,4 pada Maret 2023 dari level 67,0 pada Februari 2023, yang merupakan level tertingginya dalam hampir satu tahun terkahir, dan jauh di bawah perkiraan konsensus di level 67,0.

*   Produksi industri di AS tidak banyak berubah pada Februari 2023, meleset dari ekspektasi konsensus yaitu kenaikan sebesar 0,2% MoM menyusul kenaikan sebesar 0,3% MoM pada Januari 2023. Output manufaktur naik tipis 0,1% MoM, meleset dari perkiraan konsensus yaitu 0,1% MoM penurunan.

*   Setelah gejolak pasar keuangan pekan lalu, investor akan terus memantau situasi di sektor perbankan global dan menunggu keputusan kebijakan moneter dari Fed. Selanjutnya, data PMI untuk AS, Jepang, dan Kawasan Eropa akan memberikan beberapa detail terkait kondisi sektor manufaktur dan servis pada bulan Maret 2023.

*   IHSG ditutup melemah 0,98% atau 66bsp ke level 6.612,49.

*   Rupiah ditutup melemah 0,10% atau 15bps ke level Rp15.360/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.345/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP