Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun naik 6 bp ke level 3,49%, seiring beralihnya minat investor ke aset yang lebih berisiko sejalan dengan meningkatnya optimisme bahwa krisis perbankan global dapat terkendali setelah UBS setuju untuk mengakuisisi Credit Suisse.

*   Tak lama setelah UBS mengumumkan pengambilalihan Credit Suisse, Fed mengumumkan operasi likuiditas bersama dengan beberapa bank sentral lain di seluruh dunia. Fed menyatakan bahwa langkah baru ini akan berfungsi sebagai pendukung likuiditas yang penting untuk meredakan tekanan di pasar pendanaan global.

*   Indeks dolar turun ke bawah level 103, melanjutkan penurunannya selama tiga hari berturut-turut seiring investor yang ekspektasikan bahwa Fed mungkin tidak akan menaikkan suku bunganya sebanyak yang diperkirakan sebelumnya karena krisis perbankan global. Sementara itu, untuk memastikan likuiditas dolar secara global, Fed menawarkan pertukaran daily currency swaps kepada BoC, BoE, BoJ, ECB, dan SNB.

*   People's Bank of China (PBoC) mempertahankan suku bunga pinjaman utamanya stabil selama 7-bulan berturut-turut. LPR tenor satu tahun, yang digunakan sebagai acuan untuk pinjaman korporasi dan rumah tangga, tidak berubah di 3,65%, sementara tenor 5-tahun, referensi untuk KPR, dipertahankan pada level 4,3%.

*   BI akan menurunkan target inflasi ke kisaran 1,5%-3,5% dalam jangka menengah, dibandingkan dengan target saat ini sebesar 2%-4%. Tingkat BI rate saat ini cukup untuk menurunkan inflasi kembali ke target tersebut akhir tahun ini. Untuk jangka panjang, BI memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melaju ke kisaran 4,9%-5,7% di 2025F dan 5,1%-5,9% di 2028F.

*   IHSG ditutup melemah 1,20% atau 79bsp ke level 6.691,61.

*   Rupiah ditutup menguat 0,10% atau 15bps ke level Rp15.345/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.360/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP