Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun turun 5 bp ke level 3,38%, menyusul penurunan saham Deutsche Bank dan juga credit default swap yang melonjak meningkatkan kekhawatiran investor atas keadaan sistem perbankan global, sehingga menjadikan US Treasury sebagai aset safe-haven lebih menarik bagi investor.

*   Saham Deutsche Bank turun cukup signifikan setelah bank tersebut mengumumkan rencana untuk menebus kembali satu set surat utang tingkat 2 yang jatuh tempo pada tahun 2028 senilai USD1,5 miliar, menciptakan kepanikan pasar dan mendorong Credit Default Swap (CDS) ke level tertingginya sejak 2019. Gejolak tersebut tampaknya kembali meningkatkan kekhawatiran investor atas kesehatan industri perbankan Eropa.

*   Global S&P PMI Servis AS naik ke level 53,8 pada Maret 2023 dari level 50,6 pada Januari 2023, jauh di atas ekspektasi konsensus pada level 50,5. Ini merupakan pertumbuhan tertingginya sejak April 2022 sejalan dengan kondisi permintaan yang lebih kuat dari pelanggan.

*   Pesanan barang tahan lama di AS yang mengukur produksi barang pabrikan yang bertahan setidaknya tiga tahun, turun 1% MoM pada Februari 2023, menyusul penurunan 5% MoM pada Januari 2023 dan meleset dari perkiraan konsensus yaitu pertumbuhan sebesar 0,6% MoM.

*   Gejolak yang melanda sektor perbankan global masih menjadi perhatian investor pada pekan ini. Di AS, pidato beberapa pejabat Fed akan menjadi sorotan, data pendapatan dan pengeluaran konsumen, dan indeks inflasi PCE akan dirilis. Di tempat lain, Kawasan Eropa akan mempublikasikan angka tingkat inflasinya.

*   IHSG ditutup melemah 0,79% atau 53bsp ke level 6.708,93.

*   Rupiah ditutup melemah terbatas 0,03% atau 5bps ke level Rp15.160/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.155/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP