Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun terkonsolidasi di sekitar level 3,5%, seiring
investor cenderung belum terlalu agresif menjelang rilis data inflasi PCE AS
akhir pekan ini untuk memberikan petunjuk lebih lanjut terkait langkah
kebijakan moneter Fed berikutnya.
Saat
ini, konsensus memperkirakan data inflasi PCE inti AS akan sedikit turun
menjadi 0,4% MoM pada Februari 2023 (vs. 0,6% MoM pada Januari 2023) sementara
secara tahunan diperkirakan tetap di 4,7% yoy pada Februari 2023, namun jika
angka aktual yang di rilis ternyata lebih tinggi dari perkiraan maka dapat
memicu volatilitas pasar lebih lanjut.
Sejauh
ini, tanda-tanda tekanan inflasi yang terus berlanjut dan pasar tenaga kerja
yang ketat memicu spekulasi investor bahwa siklus pengetatan suku bunga Fed
belum berakhir. Ekspektasi investor sekarang terbagi dua sama rata antara
kenaikan suku bunga 25 bp dan pause pada pertemuan FOMC di bulan Mei 2023.
Presiden
Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari memperingatkan bahwa tekanan
baru-baru ini di sektor keuangan dan kemungkinan krisis pertumbuhan kredit ke
depan akan membawa ekonomi AS lebih dekat ke resesi, pernyataannya tersebut
mengisyaratkan bahwa tren kenaikan suku bunga dapat segera dihentikan.
Pengajuan
KPR di AS naik 2,9% dalam pekan yang berakhir 24 Maret 2023, merupakan kenaikan
pekan keempat secara berturut-turut dan merupakan kenaikan beruntun terpanjang
dalam empat tahun terakhir. Pertumbuhan harga rumah di AS telah melambat
sehingga membantu meningkatkan daya beli pembeli.
IHSG
ditutup melemah 0,45% atau 30bsp ke level 6.808,95.
Rupiah
ditutup menguat 0,12% atau 18bps ke level Rp15.047/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.065/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP