Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun melonjak sekitar 9 bp ke level 3,38%, setelah
laporan pekerjaan AS yang masih menunjukkan kondisi yang kuat. Sementara itu,
IMF merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi global dalam 5 tahun ke depan hanya di
rata-rata sebesar 3,0%, merupakan pertumbuhan ekonomi global terlemah dalam
lebih dari tiga decade terakhir, di tengah perlambatan aktivitas ekonomi di AS
dan Eropa.
Indeks
dolar melanjutkan tren kenaikannya mendekati level 102,2, setelah laporan
Non-Farm Payrolls yang memperbaharui ekspektasi konsensus bahwa Fed dapat
melanjutkan kenaikan sebesar 25 bp pada pertemuan FOMC berikutnya. Sebelum
rilis data tersebut, probabilitas kenaikan suku bunga turun dan sebagian besar
investor ekspektasikan bahwa Fed akan menghentikan kenaikan suku bunganya.
Perekonomian
AS menciptakan 236 ribu pekerjaan pada Maret 2023 dan sedikit di bawah
perkiraan konsensus sebesar 239 ribu, menyusul kenaikan penambahan pekerjaan
yang kuat dalam dua bulan pertama tahun ini. Meskipun data tersebut menunjukkan
penurunan secara bertahap dalam perekrutan seiring normalisasi aktivitas
ekonomi setelah guncangan pandemi.
Tingkat
pengangguran di AS turun tipis ke level 3,5% pada Maret 2023, lebih rendah dari
ekspektasi konsensus yang akan bertahan di level 3,6%. Jumlah pengangguran
turun sebanyak 97 ribu menjadi 5,839 juta dan tingkat lapangan kerja naik 577
ribu menjadi 160,892 juta.
Di AS,
sorotan akan tertuju pada data tingkat inflasi dan penjualan ritel, diikuti
oleh Risalah FOMC, data produksi industri, inflasi produsen, dan sentimen
konsumen Michigan. Di tempat lain, China akan merilis data tingkat inflasi dan
perdagangan.
IHSG
ditutup melemah 0,66% atau 46bsp ke level 6.748,26.
Rupiah
ditutup menguat 0,07% atau 11bps ke level Rp14.902/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp14.913/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP