Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Koreksi pada saham perbankan AS masih berlanjut, bersamaan dengan saham First Republic Bank yang kembali merosot sebesar 30%. Namun laporan Q1 dari perusahaan big caps teknologi dirilis diatas ekspektasi investor. Oleh karena itu, Indeks utama AS diperdagangkan mixed.

*   Durable goods order secara mengejutkan dirilis cukup jauh diatas ekspektasi (actual 3.2% vs cons 0.7%). Namun secara keseluruhan, koreksi pada US Treasury cukup tertahan seiring dengan masih kuatnya kekhawatiran investor pada sektor perbankan AS.

*   Ex Menkeu AS, Lawrence Summers, mengutarakan pendapatnya bahwa menurunkan inflasi akan menyebabkan penurunan yang substansial bagi ekonomi AS, namun hal tersebut akan bermakna baik untuk kedepannya. Summers juga melihat masih akan sangat sulit untuk inflasi menyentuh target level 2%. Ia juga memprediksi kenaikan sebesar 25 bps minggu depan. Disisi lain, beberapa ekonom menilai resesi tidak akan terjadi dalam waktu dekat. GDP Q1 diperkirakan masih akan tumbuh sebesar 2% YoY.

*   Harga batubara dilaporkan kembali naik karena adanya permintaan dari
China dan India yang diproyeksikan meningkat sebab India tengah
menghadapi gelombang panas dan China yang akan memasuki musim
panas pada Juni hingga Agustus 2023. BPS melaporkan China dan India
merupakan pasar utama batu bara Indonesia. Rilis data BPS melaporkan
ekspor batu bara ke India mencapai 23.97 juta ton dengan nilai USD 1.91
Bio dan ekspor ke China menembus 20.94 juta ton dengan nilai USD 2.06
Bio pada Q1-2023.

*   Bank Indonesia hari ini akan merilis data uang beredar pada Maret 2023,
dimana uang beredar pada bulan Februari 2023 hanya tumbuh 7.9% yoy,
menurun dari bulan Januari 2023 yang sebesar 8.2%. Data uang beredar
Maret 2023 mencerminkan aktivitas belanja dan kredit masyarakat pada
bulan Maret yang telah memasuki Ramadhan.

*   IHSG ditutup menguat 0,51% atau 35bps ke level 6.945,48.

*   Rupiah ditutup menguat 0,88% atau 130bps ke level Rp14.703/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.833/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP