Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Bursa Asia-Pasifik ditutup
melemah, di tengah meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terkait pandemi Covid-19
di China dan jatuhnya harga minyak mentah dunia.
Harga CPO global melemah
-18,5% dalam 3 hari terakhir ke RM4.200/ton, level terendahnya dalam 9 bulan
terakhir karena Indonesia meningkatkan kuota ekspor yang memungkinkan produsen
CPO untuk mengekspor 7x lipat dari jumlah yang mereka jual di dalam negeri,
naik dari 5x sebelumnya untuk mengurangi persediaan domestik yang tinggi.
Harga minyak Brent merosot
sebesar 8% break di bawah USD100/barel, level terendahnya sejak pertengahan Mei
2022 karena kekhawatiran bahwa resesi global dapat mengganggu permintaan
energi. Fluktuasi harga minyak masih sulit diprediksi dan sangat tidak menentu.
Sebelumnya, riset JP Morgan memprediksi harga minyak bisa melonjak ke level
USD380/barel karena potensi Rusia memangkas pasokan minyak sebesar 5 juta-barel
per hari. Di sisi lain, riset Citi baru-baru ini memperkirakan bahwa resesi
global akan menyebabkan harga minyak turun menjadi sekitar USD65/barel pada
akhir tahun ini.
Gubernur Bank Indonesia
menyampaikan bahwa masih nyaman dengan tingkat inflasi saat ini yang telah
mencapai level tertinggi selama 5 tahun ini. BI juga telah memberi sinyal
dimulainya normalisasi suku bunga dengan mengurangi likuiditas di bank dan
meningkatkan Operasi Moneter
Jabodetabek diberlakukan
PPKM Level 2 seiring meningkatnya infeksi varian Omicron. Di bawah status PPKM
level 2 maka hotel, supermarket, restoran, dan teater masih dapat beroperasi
hingga maksimum 75% dari total kapasitas dan harus ditutup sebelum jam 9 malam.
IHSG ditutup melemah 0,85%
atau 57bp ke level 6.646,41. IHSG melemah sejak pagi hari dipimpin oleh
saham-saham berkapitalisasi besar dan nama-nama komoditas karena tertekan oleh
aksi ambil untung sementara transaksi pasar tetap rendah. Aksi jual tersebut
dipicu oleh kehati-hatian terhadap pertumbuhan ekonomi dan ekspektasi
pengetatan kebijakan moneter Indonesia.
Rupiah ditutup melemah 9bp atau 0,06% ke level Rp14.997/USD,
dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.988/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP