Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Rilis GDP QoQ AS dan intial jobless claims AS yang menunjukan perpaduan tren penguatan dan pelemahan. Dimana ekonomi AS melambat lebih dalam dari proyeksi pasar (act 1.1% va cons 2.0%) sementara pengetatan pada pasar ketenagakerjaan terus terjadi (act 230k vs cons 248k). Sehingga, investor lebih sulit dalam menentukan arah kebijakan The Fed.

*   Sebesar 87% pelaku pasar memprediksi bahwa The Fed akan menaikkan 25 bp lagi pada FOMC mendatang. Data PCE AS malam ini dibobot pasar akan memberi gambaran apakah The Fed akan menaikkan FFR kembali.

*   Departemen Perdagangan AS melaporkan ekonomi AS tumbuh melandai 1.1% yoy pada Q1 2023, lebih rendah dibandingkan estimasi yakni 2%. Salah satu penyebab melandainya pertumbuhan ekonomi adalah melemahnya investasi. Suku bunga yang tinggi membuat bunga pinjaman semakin naik sehingga pelaku bisnis cenderung menunda ekspansi.

*   Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan rilis data Initial Jobless Claims periode 27 April 2023 sebesar 230K (surv: 248K ; prior: 245K).

*   Penyaluran kredit mengalami penurunan jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 10.4%. Kredit Modal Kerja (KMK) tercatat 10% pada bulan Maret 2023, melambat dari periode sebelumnya 10.2%, sedangkan Kredit Investasi (KI) tumbuh 11.8% dibandingkan dari periode sebelumnya 10.3%. KMK mengalami penurunan dipicu dari penurunan darisektor industri pengolahan, hoteldan resto.

*   IHSG ditutup melemah 0,43% atau 30bps ke level 6.915,72.

*   Rupiah ditutup menguat 0,22% atau 33bps ke level Rp14.670/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.703/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP