Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Pelaku pasar sedang mengantisipasi adanya FOMC Meeting yang akan berlangsung di pekan ini. Selain itu, pelaku pasar masih berusaha membobot akuisisi senilai USD 10.6 Miliar yang dilakukan oleh JPMorgan Chase terhadap First Republic Bank.

*   Rilis data ISM Manufacturing berada di angka 47.1, lebih tinggi dari periode sebelumnya yang berada di angka 46.3. Hal tersebut kemudian memicu adanya penjualan US Treasury secara besar-besaran di pasar sehingga menyebabkan yield US Treasury 2Yr naik 7 bps ke level 4.14% dan yield US Treasury 10Yr naik 12 bps ke level 3.56%.

*   Menkeu AS Janet Yellen menyatakan bahwa AS berpotensi mengalami kegagalan dalam pembayaran kewajiban yang dimiliki oleh pemerintah AS pada 1 Juni jika tidak ada kenaikan pada batas pinjaman AS. Saat ini batas pinjaman yang dapat digunakan oleh AS sebesar USD 31.4 Triliun. Beliau menambahkan bahwa pejabat kongres AS harus bertindak untuk menaikkan batas pinjaman yang diperbolehkan agar pemerintah dapat membayar kewajibannya dan terhindar dari adanya resesi.

*   Tingkat Inflasi Indonesia mereda ke level terendah dalam 11 bulan tingkat inflasi tahunan Indonesia turun ke level terendah dalam sebelas bulan sebesar 4,33% pada bulan April 2023 dari 4,97% pada bulan sebelumnya dan di bawah konsensus pasar sebesar 4,39%. Tingkat inflasi bertahan di atas batas atas target bank sentral 2-4% untuk bulan kesebelas berturut-turut.

*   Investor masih wait and see rilis data pertumbuhan ekonomi (PDB) RI per kuartal I 2023. Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesiapada kuartal I mencapai minimal 5%.

*   IHSG ditutup melemah 0,76% atau 52bps ke level 6.863,30.

*   Rupiah ditutup melemah 0,24% atau 35bps ke level Rp14.705/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.670/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP