Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Sentimen risk-off yang disebabkan oleh kekhawatiran pelaku pasar akan ketahanan sistem perbankan AS, ditambah dengan akan adanya FOMC Meeting malam ini. Hal tersebut kemudian memicu penurunan saham AS yang didominasi oleh pelemahan saham sektor perbankan.

*   Data JOLTs Job Openings semalam dirilis berada di angka 9.59 Juta, yang merupakan penurunan dari periode sebelumnya sebesar 9.97 Juta dan dibawah konsensus pasar sebesar 9.76 Juta. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi di AS mulai menunjukkan tanda tanda adanya perlambatan.

*   Saat ini perhatian pelaku pasar tertuju pada FOMC Meeting nanti malam, dimana pelaku pasar memprediksi adanya kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps. Pelaku pasar juga tengah menanti komentar yang akan dikeluarkan oleh Jerome Powell, Chairman The Fed, terkait dengan arah kebijakan The Fed kedepan mengingat adanya krisis perbankan AS yang sedang terjadi serta potensi kegagalan pembayaran kewajiban oleh pemerintah AS.

*   BPS merilis data inflasi Indonesia bulan April sebesar 0,33% mom (prior: 0,18%; surv:0,37%) atau 4,33% yoy (prior:4,97% surv: 4,39%. Inflasi pada momen Ramadan ini relatif lebih rendah dibandingkan lebaran periode 2022 Kondisi ini disebabkan oleh deflasi beberapa komoditas holtikultura yang meredam tingkat inflasi umum.

*   Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia bulan April naik ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir ke level 52.7 (prior: 51.9). Kenaikan PMI Manufaktur Indonesia didorong oleh permintaan domestik yang menguat tercermin dari penjualan ekspor yang menurun pada bulan April.

*   IHSG ditutup melemah 1,13% atau 77bps ke level 6.785,95.

*   Rupiah ditutup menguat 0,14% atau 20bps ke level Rp14.685/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.705/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP