Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Departemen
Tenaga kerja AS melaporkan data tenaga kerja AS yang belum menunjukkan
pemulihan, dimana Klaim pengangguran AS mencapai 242.000 untuk pekan lalu, atau
lebih tinggi dari prediksi pelaku pasar yang sebesar 236.000.
Adapun
produktivitas pekerja AS
pada Q1 2023 juga dilaporkan turun sebesar 2.7% (surv:1.9%). Sedangkan biaya
tenaga kerja meningkat sebesar 6.3% di Q1 2023,
lebih tinggi dari proyeksi pelaku pasar yang diperkirakan sebesar 5.5%.
Dari
Eropa, ECB secara resmi kembali menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps menjadi
3.75% (prior: 3.50%; surv: 3.75%). Kenaikan suku bunga ECB tersebut sejalan
dengan kenaikan FFR sebesar 25 bps pada FOMC Meeting terakhir.
Pelaku
pasar sedang menanti rilis data GDP Indonesia yang diproyeksikan turun menjadi
4.98% yoy (prior: 5.01%). Penurunan GDP
Indonesia periode April diproyeksikan turun sejalan dengan ekonomi Indonesia
yang diproyeksikan terkontraksi sebesar 1% pada Q1 2023 karena turunnya harga
komoditas yang akan mempengaruhi pendapatan ekspor.
Para
ekonom yang memproyeksikan bahwa BI akan mempertahankan suku bunga
acuan di 5.75%, meskipun The Fed baru saja menaikan 25 bps pada pertemuan FOMC
terakhir. Adapun faktor yang membuat BI
mempertahankan suku bunga diantaranya tingkat inflasi Indonesia yang mulai
melandai.
IHSG
ditutup melemah 0,82% atau 56bps ke level 6.787,63.
Rupiah
ditutup menguat terbatas 0,03% atau 5bps ke level Rp14.675/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya
di level Rp14.680/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP