Financial Market Update

POI - Point of Interest:

 

*    Yield US Treasury tenor 10-tahun melanjutkan tren kenaikannya ke level 3,74%, setelah risalah pertemuan FOMC untuk bulan Mei 2023 dirilis yang menunjukkan ketidakpastian yang tinggi mengenai sejauh mana pengetatan kebijakan moneter Fed lebih lanjut.

*    Pejabat Fed menyatakan bahwa ketidakpastian terkait seberapa banyak lagi pengetatan kebijakan moneter yang mungkin tepat untuk diimplementasikan. Namun, mengingat potensi dampak lebih ketatnya pertumbuhan kredit terhadap ekonomi, maka pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut mungkin tidak diperlukan.

*    Menteri Keuangan AS Janet Yellen memperingatkan kemungkinan besar default AS pada awal Juni 2023, karena negosiasi masih berselisih terkait batas anggaran belanja pemerintah.

*    Indeks dolar AS naik ke 103,8, mencapai level tertingginya dalam dua bulan terakhir, didorong oleh permintaan safe-haven di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terkait potensi default AS. Baru-baru ini, Ketua DPR Kevin McCarthy menyatakan bahwa kesepakatan untuk mencegah default AS masih sulit untuk dicapai.

*    Inflasi di Inggris turun ke level 8,7% YoY pada April 2023 (vs. 10,1% YoY pada Maret 2023) dan merupakan level terendahnya sejak Maret 2022, karena penurunan harga listrik dan gas yang signifikan. Namun, tingkat inflasi tersebut di atas ekspektasi konsensus sebesar 8,2% YoY dan masih jauh di atas target inflasi Bank of England sebesar 2,0% YoY.

*    BI mempertahankan BI7DRR sebesar 5,75% yang konsisten dengan stance kebijakan moneter untuk memastikan inflasi inti terkendali dalam kisaran 3,0±1% di sisa tahun 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat segera kembali ke dalam kisaran sasaran 3,0±1% pada triwulan III 2023.

*    IHSG ditutup menguat 0,50% atau 34bps ke level 6.711,84.

*    Rupiah ditutup melemah 0,30% atau 45bps ke level Rp14.950/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.905/USD.   

 


Demikian disampaikan, terima kasih.

 

 

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP