Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Ekonomi AS secara tak terduga menambahkan 339 ribu pekerjaan di Mei 2023, merupakan angka tertingginya selama empat bulan terakhir, dan jauh di atas perkiraan konsensus sebesar 190 ribu. Pasca pandemi, sektor perhotelan dan hiburan masih menjadi tren di AS, sektor tersebut menambahkan rata-rata 77 ribu pekerjaan per bulan selama 12 bulan terakhir.

*   Secara tahunan, rata-rata upah per jam di AS meningkat sebesar 4,3% YoY menjadi USD33,4 di Mei 2023, sejalan dengan perkiraan konsensus, menyusul kenaikan sebesar 4,4% YoY di April 2023.

*   PMI Manufaktur PMI versi NBS di China secara tak terduga turun ke level terendahnya selama lima bulan terakhir di level 48,8 di Mei 2023 dari level 49,2 di April 2023, dan meleset dari perkiraan konsensus di level 49,4. Data terbaru tersebut juga menunjukkan kontraksi selama dua bulan secara berturut-turut dalam aktivitas pabrik, di tengah lemahnya permintaan domestik dan global.

*   Indeks Harga Pangan FAO turun ke level 124,3 di Mei 2023, merupakan level terendahnya sejak April 2021, dan lebih rendah dibandingkan dengan level 127,7 di April 2023 karena harga minyak nabati turun 8,7% YoY seiring penurunan harga minyak kelapa sawit, kedelai, rapeseed, dan bunga matahari.

*   Setelah saga kesepakatan plafon utang, pekan ini akan menjadi pekan yang relatif senyap di AS, dengan hanya terdapat beberapa rilis data ekonomi yaitu data PMI servis, pesanan pabrik, dan data perdagangan. Selain itu, tingkat inflasi untuk bulan Mei akan dirilis di China dan Indonesia. Terakhir yang tidak kalah penting, data perdagangan akan dirilis di China dan angka penjualan ritel di Eropa.

*   IHSG ditutup stabil pada level 6.633,43.

*   Rupiah ditutup menguat 0,69% atau 103bps ke level Rp14.890/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.993/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP