Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Pekan
depan, inflasi headline bulanan AS diperkirakan akan sedikit lebih rendah di
Mei 2023, tetapi inflasi inti bulanan kemungkinan akan tetap tinggi di atas
target Fed. Pejabat Fed Cleveland memperkirakan bahwa inflasi headline bulanan
AS akan mencapai 0,19% MoM dan inflasi inti bulanan akan mencapai 0,45% MoM. Hal
itu akan mendorong inflasi headline tahunan AS dan tingkat inflasi inti tahunan
AS masing-masing sebesar 4,1% YoY dan 5,3% YoY.
Saat
ini, investor memperkirakan Fed kemungkinan besar diperkirakan akan
mempertahankan suku bunganya di level 5,00%-5,25% dengan probabilitas 83,4% di
pertemuan FOMC bulan Juni 2023, seiring beberapa data ekonomi AS baru-baru ini
menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi.
Menurut
World Bank, ekonomi global diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,1% YoY pada tahun
2023, direvisi naik dari proyeksi pertumbuhan 1,7% YoY pada Januari 2023
seiring ketahanan aktivitas ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan di
negara-negara besar. Ke depan, World Bank memangkas perkiraan pertumbuhan
ekonomi global 2024 menjadi 2,4% YoY dari 2,7% YoY, mengingat dampak
berkelanjutan dari kebijakan moneter yang lebih ketat.
Indeks
Optimisme Ekonomi IBD/TIPP di AS sedikit lebih tinggi ke level 41,7 di Juni
2023 dari level 41,6 di Mei 2023, tetapi masih jauh di bawah level acuan
sebesar 50,0 untuk menunjukkan optimisme ekonomi dan di bawah prakiraan
konsensus sebesar 45,2 seiring kekhawatiran akan tekanan inflasi yang tinggi
secara berkepanjangan.
Indeks
dolar naik tipis ke atas level 104, masih berada di sekitar level tertingginya
sejak Maret 2023, seiring investor yang mencoba mencerna dampak dari ketahanan
ekonomi AS terhadap langkah kebijakan moneter Fed selanjutnya.
IHSG
ditutup menguat 0,40% atau 26bps pada level 6.592,47.
Rupiah
ditutup melemah 0,12% atau 18bps ke level Rp14.878/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp14.860/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP