Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Fed
mempertahankan Fed Funds Rate (FFR) tidak berubah di level 5,00%-5,25%, sejalan
dengan ekspektasi konsensus, tetapi Fed mengisyaratkan bahwa suku bunga dapat
naik ke level 5,50%-5,75% pada akhir tahun ini, jika ekonomi AS tidak
menunjukkan perlambatan lebih lanjut dan inflasi AS tidak kembali ke target Fed
sebesar 2% YoY.
Menurut
proyeksi Fed, pertumbuhan PDB AS diperkirakan tumbuh sebesar 1,0% YoY tahun
ini, lebih tinggi dari ekspektasi sebesar 0,4% YoY di Maret 2023, sedangkan
pertumbuhan PDB untuk 2024F (1,1% YoY vs. 1,2% YoY ) dan 2025F (1,8% YoY vs.
1,9% YoY) direvisi lebih rendah. Inflasi PCE AS tahun ini diperkirakan sebesar
3,2% YoY, di bawah 3,3% YoY pada proyeksi Maret 2023.
Inflasi
produsen di AS turun sebesar 0,3% MoM di Mei 2023, setelah tumbuh sebesar 0,2%
MoM di April 2023, dan meleset dari perkiraan konsensus yaitu penurunan sebesar
0,1% MoM. Secara tahunan, inflasi produsen AS naik sebesar 1,1% YoY, merupakan
level terendahnya sejak Desember 2020.
Pengajuan
KPR di AS melonjak sebesar 7,2% WoW dalam pekan yang berakhir di 9 Juni 2023,
merupakan pertumbuhan pertama selama lima minggu terakhir, dan pertumbuhan
terbesar selama tiga bulan terakhir. Pengajuan KPR untuk membeli rumah baru
tumbuh sebesar 7,6% WoW dan refinancing pinjaman rumah tumbuh sebesar 6,0% WoW.
Upah
Inggris naik tajam sebesar 7,2% YoY di April 2023, meningkatkan ekspektasi
investor bahwa Bank of England (BoE) akan menaikkan suku bunga sekali lagi
pekan depan. BoE telah menaikkan suku bunganya secara tajam menjadi 4,5% dari
level terendahnya sebesar 0,1% di tahun 2021.
IHSG
ditutup menguat 0,16% atau 11bps pada level 6.710,37.
Rupiah
ditutup melemah 0,30% atau 45bps ke level Rp14.945/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp14.900/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP