Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*     Masih adanya rencana kenaikan Fed rate pada FOMC meeting memicu kenaikan yield pada pasar domestik. Peningkatan yield mendorong pelemahan harga obligasi. Kenaikan yield pada tenor 15-20 tahun.

*     European Central Bank (ECB) kembali menaikkan suku bunganya sebesar 25 bp pada Juni 2023. Suku bunga utamanya menjadi 4%, merupakan level tertingginya sejak krisis keuangan tahun 2008. Hal ini seiring tingkat inflasi headline dan inti yang tetap jauh di atas target ECB sebesar 2% YoY.

*     Pelemahan tenaga kerja AS seiring bisnis yang mulai terpengaruh oleh pengetatan kebijakan moneter Fed yang agresif.  Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran jauh di tas ekspektasi konsensus yakni mencapai 262.000 per 10 Juni 2023, merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2021.

*     Produksi industri China naik sebesar 3,5% YoY di Mei 2023. Kenaikan sedikit lebih rendah dari perkiraan konsensus sebesar 3,6% YoY, disebabkan oleh perlambatan aktivitas manufaktur dan penurunan produksi pertambangan.

*     Surplus perdagangan Indonesia menurun menjadi USD0,44 miliar di Mei 2023 dari USD2,90 miliar di Mei 2022, merupakan surplus perdagangan terkecil sejak April 2020 di tengah kenaikan impor. Nilainya jauh di bawah perkiraan konsensus yaitu surplus sebesar USD3,02 miliar.

*     IHSG ditutup melemah 0,23% atau 15bps pada level posisi 6.698,55.

*     Rupiah ditutup menguat tipis 0,07% ke level Rp14.930/USD, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp14.945/USD.


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP