Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Hampir semua peserta FOMC ekspektasikan bahwa Fed akan
menaikkan suku bunga sedikit lebih tinggi hingga akhir tahun. Fed akan terus
membuat keputusan rapat demi rapat, berdasarkan data ekonomi aktual yang masuk
dan implikasinya terhadap prospek aktivitas ekonomi dan inflasi AS.
Indeks dolar turun ke sekitar level 102, merupakan level
terendahnya sejak Mei 2023 seiring pernyataan Ketua Fed Jerome Powell di
Kongres yang memberikan petunjuk baru terkait kenaikan Fed Funds Rate (FFR)
lebih lanjut. Powell mengisyaratkan bahwa FFR yang lebih tinggi masih akan
terus berlanjut seiring Fed memerlukannya untuk memperlambat pertumbuhan
ekonomi AS dan menekan inflasi yang tinggi.
Rata-rata
suku bunga untuk KPR tenor 30 tahun dengan bunga tetap di AS turun lagi sebesar
4 bp ke level 6,73% pada pekan yang berakhir 16 Juni 2023, ini merupakan level
terendahnya dalam sebulan terakhir.
Inflasi
di Inggris tetap stabil di level 8,7% YoY di Mei 2023, di atas ekspektasi
konsensus sebesar 8,4% YoY. Tingkat inflasi tersebut masih jauh lebih tinggi
dari target Bank of England (BoE) sebesar 2,0% YoY, meningkatkan kekhawatiran
investor bahwa BoE akan mempertahankan kebijakan pengetatan moneternya untuk
waktu yang lebih lama.
IHSG
ditutup melemah 0,26% atau 18bps pada level 6.685,02.
Rupiah
ditutup menguat 0,03% atau 5bps ke level Rp14.940/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp14.945/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP