Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*      Proyeksi Inflasi AS yang akan dirilis 13 Juli 2022 diperkirakan akan meningkat dari 8,6%yoy pada Mei 2022 menjadi 8,8%yoy pada Juni 2022. Tingginya permintaan pada libur musim panas mendorong harga layanan transportasi dan restoran lebih tinggi.

*      CEBR (Centre for Economics and Business Research) memperkirakan risiko resesi di Eropa akibat penyetopan gas Rusia ke Eropa pada musim dingin ini sebesar 40%. Risiko Geopolitik Rusia-Ukraina ini masih terus berlanjut dan semakin mengancam krisis gas di Eropa. Penyetopan gas Nord Stream 1 yang dilakukan Rusia mempengaruhi upaya Eropa untuk mengisi tangki gasnya di tengah meningkatnya permintaan energi di musim dingin.

*      Harga minyak sawit mentah (CPO) meningkat lebih dari 1,3% setelah libur lebaran hari Idul adha. Mengutip Reuters, pejabat senior Kementerian Energi, Dadan Kusdiana mengatakan bahwa Indonesia berencana untuk meningkatkan kandungan bahan bakar berbasis minyak sawit dalam biodieselnya menjadi 35% atau yang dikenal sebagai B35 dari sebelumnya 30% mulai 20 Juli. Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa tambahan 2,5 juta ton minyak sawit dapat diserap oleh pasar domestik jika negara menaikkan jumlah minyak sawit dalam campuran biodieselnya menjadi 40% atau dikenal B40. Dalam rangka mempercepat pengiriman ekspor CPO, Pemerintah Indonesia juga telah berupaya memotong pajak ekspor CPO yang diumumkan pada 14 Juni lalu.

*      IHSG ditutup melemah 0,06% atau 3,85 poin ke level 6.718,29. Pelemahan IHSG hari ini akibat prospek pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh bank-bank sentral di dunia dan gelombang terbaru penularan virus Covid-19 di China. Pada minggu ini, investor mengantisipasi rilis data inflasi AS dan pertumbuhan ekonomi China, serta menunggu komentar pejabat The Fed sebelum memasuki blackout period menjelang pertemuan kebijakan minggu depan.

*      Rupiah ditutup melemah di level Rp 14.985/USD, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp14.973/USD. Pelemahan rupiah ini dinilai masih mengalami tekanan dari setimen global, salah satunya adalah karena normalisasi kebijakan moneter The Fed yang agresif.


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP